Studi Literatur: Rekonstruksi Kemampuan Berpikir Kritis Matematika dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning berbasis Pendekatan Konseptual-Aplikatif

Authors

  • Bayu Murti Suryonegoro
  • Wardono Wardono
  • Bambang Eko Susilo

Keywords:

Kemampuan Berpikir Kritis Matematis, Project, Etnosains, Mathematics, Problem Posing.

Abstract

Kemampuan berpikir kritis perlu dipersiapkan pemerintah sebagai salah satu keterampilan utama dalam kerangka keterampilan abad ke-21 bersama dengan kemampuan memecahkan masalah, berkreasi dan berinovasi, serta berkomunikasi dan kolaborasi, serta sesuai dengan salah satu bidang unggulan dalam Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017-2045 yakni Kajian Sosial Humaniora Pembangunan Sosial Budaya  dan pencapaian Rencana Strategis Penelitian Universitas Negeri Semarang 2020-2024 serta indikator SDGs tentang mendapatkan pendidikan yang  layak serta membangun ekosistem inovasi pembelajaran berbasis digital learning dalam mendorong industri, inovasi, dan infrastruktur (Industry, Innovation, and Infrastructure). Pembelajaran matematika diupayakan sebagai salah satu usaha dalam rangka pengembangan kemampuan berpikir kritis matematis. Perilaku dan pembelajaran matematika yang dilakukan oleh siswa dalam proses pengembangan kemampuan berpikir kritis dapat dipengaruhi oleh disposisi matematis yang dimiliki oleh seorang siswa sebagaimana penguasaan konten matematika mempengaruhinya. Akan tetapi, ditemukan fakta bahwa kemampuan berpikir kritis dan aspek disposisi matematis siswa masih sangat rendah, sehingga memerlukan solusi salah satunya melalui pengembangan model pembelajaran. Salah satu model pembelajaran dengan karakteristik berpusat pada siswa yang dirancang untuk mengatasi beberapa permasalahan di atas adalah model Project Etnosains and Mathematics Problem Posing. (PEMPP). Berdasarkan hasil kajian teori didapatkan fakta bahwa model PEMPP memberikan efek yang signifikan terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis dan disposisi matematis siswa, sehingga dirasa perlu dilakukan penelitian lebih lanjut secara kualitatif maupun kuantitatif untuk memperkuat proses pengembangan tahap selanjutnya. Selain itu, perlu juga dilakukan tahap pengembangan secara khusus dalam hal perangkat pembelajaran maupun media terkait dengan model PEMPP khususnya pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dan disposisi matematis siswa dalam pembelajaran matematika.

Downloads

Published

2026-07-09

Issue

Section

Articles