Literature Review : Peran Pior Knowledge Terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Siswa
Keywords:
Pior Knowledge, Kemampuan koneksi matematisAbstract
Matematika tidak hanya belajar tentang berhitung, tetapi memahami konsep-konsep matematika dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan mengaitkan antarkonsep matematika baik materi yang telah atau akan dipelajari, kemudian mengaitkan dalam kehidupan sehari-hari disebut sebagai kemampuan koneksi matematis. Kemampuan ini membantu siswa belajar secara mendalam. Namun, banyak siswa yang masih mengalami kesulitan dalam mengaitkan konsep matematika. Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab sulitnya memahami konsep matematika secara mendalam adalah prior knowledge atau pengetahuan awal. Prior knowledge berperan dalam membantu siswa mengaitkan materi yang telah dipelajari dengan materi baru yang akan dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur tentang peran prior knowledge terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengkaji artikel ilmiah yang berkaitan dengan prior knowledge dan kemampuan koneksi matematis. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dengan menganalisis 30 artikel dari tahun 2022-2025, yaitu 15 jurnal nasional dan 15 jurnal internasional. Literatur review menurut Snyder (2019) terdiri dari empat tahap, yaitu merancang ulasan, melakukan tinjauan, analisis, dan menulis ulasan. Analisis data dilakukan secara deskriptif analitis dengan meninjau, membandingkan, dan menyimpulkan hasil penelitian sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prior knowledge berperan penting dalam pembelajaran matematika, karena berperan sebagai penggerak utama dalam proses berpikir konseptual dan mengembangkan kemampuan koneksi matematis. Selain itu, menggunakan strategi pembelajaran seperti Problem-Based Learning (PBL) dan Realistic Mathematics Education (RME) terbukti efektif dalam mengoptimalkan prior knowledge. Siswa dengan prior knowledge yang tinggi menunjukkan proses berpikir yang lebih sistematis, dan menghasilkan penyelesaian masalah yang lebih sesuai. Sebaliknya, siswa dengan prior knowledge yang rendah cenderung lebih sulit dalam menyelesaikan masalah dan sering melakukan kesalahan.