Pembelajaran Berbantuan Augmented Reality untuk Mendukung Literasi Matematika: Perspektif Pedagogi Digital

Authors

  • Isnaeni Umi Machromah
  • Bambang Eko Susilo
  • Wardono Wardono

Keywords:

Augmented Reality, Literasi Matematika, Pedagogi Digital

Abstract

iterasi matematika menjadi salah satu kemampuan esensial yang perlu dikembangkan di Abad 21 ini. Berbagai studi menunjukkan bahwa implementasi literasi matematika di Indonesia masih berfokus pada hasil kognitif dan penyelesaian soal berbasis teks, belum banyak penelitian yang melihat bagaimana proses pembelajaran itu sendiri memfasilitasi dimensi formulate, employ, dan interpret secara utuh. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan menganalisis integrasi media Augmented Reality (AR) dapat membentuk pengalaman belajar yang memunculkan ketiga dimensi literasi matematika tersebut.  Data penelitian meliputi deskripsi pelaksanaan pembelajaran dari hasil observasi, serta analisis ketercapaian indikator literasi matematika. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap formulate, AR membantu siswa mengidentifikasi unsur geometris dan membangun model matematis melalui visualisasi 3D dan jaring-jaring. Pada tahap employ, AR mendukung penerapan konsep melalui eksplorasi bentuk, manipulasi objek, dan perhitungan berbasis pengamatan visual. Pada tahap interpret, AR memfasilitasi penafsiran hasil dalam konteks nyata dan memperkuat kemampuan reflektif siswa. Ditinjau dari pedagogi digital, integrasi AR memperlihatkan keselarasan antara tujuan pembelajaran, strategi eksploratif, nilai kolaboratif, dan penggunaan teknologi sebagai mediator makna, meskipun tetap menghadapi kendala teknis perangkat dan medai AR belum sepenuhnya mendukung konstruk pengetahuan kompleks. Literasi matematika siswa bervariasi pada siswa kategori tinggi, sedang dan rendah. Siswa kategori tinggi mampu memodelkan objek AR dengan tepat, menyelesaiakan masalah dengan akurat, serta menafsirkan hasil secara logis.Siswa kategori sedang dapat membangun model dan menghitung dasar, tetapi masih perlu bantuan dalam memilih strategi dan menafsirkan hasil. Siswa kategori rendah mengalami kesulitan mengidentifikasi elemen penting, sering salah menerapkan rumus, dan belum dapat mengaitkan hasil dengan konteks.

Downloads

Published

2026-07-09

Issue

Section

Articles