Evaluasi Faktor Kepadatan Lalat di Pemantauan Wilayah Kerja BBKK Surabaya Menggunakan Model Geographically Weighted Poisson Regression (GWPR)
Keywords:
Kepadatan lalat, Geographically Weighted Poisson Regression (GWPR), BBKK Surabaya, Faktor lingkunganAbstract
Lalat merupakan serangga yang berperan penting dalam penyebaran penyakit menular melalui mekanisme penularan mekanik, di mana patogen dapat terbawa ke makanan, minuman, maupun permukaan yang bersentuhan dengan manusia sehingga memicu penyakit seperti diare, kolera, disentri, dan tifus. Berdasarkan data Global Burden of Disease menunjukkan diare masih menjadi penyebab sekitar 1,2 juta kematian per tahun di dunia dengan ±4,45 miliar kasus infeksi enterik terkait sanitasi buruk, sementara di Indonesia survei di Kabupaten Jember mencatat 28 kasus penyakit vektor-lalat di pasar dan TPS yang menunjukkan kaitannya dengan pengelolaan sampah yang kurang optimal. Kondisi ini menegaskan pentingnya penelitian mengenai kepadatan lalat sebagai indikator risiko kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pengendalian lalat di wilayah kerja Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya menggunakan metode Geographically Weighted Poisson Regression (GWPR), dengan mempertimbangkan variabel pengaruh lingkungan. Analisis diawali dengan uji multikolinearitas, heterogenitas spasial, serta pemilihan pembobot spasial yang tepat sebelum dilakukan pemetaan geospasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model GWPR dengan kernel Fixed Bisquare memberikan performa terbaik dengan deviance 1077.162 dan AIC 1119.611 di mana kelembaban dan pencahayaan signifikan memengaruhi kepadatan lalat di wilayah Juanda dan Gresik, sedangkan di Perak, Tuban, dan Kalianget pengendalian perlu mempertimbangkan keempat variabel secara komprehensif. GWPR telah efektif dalam menangkap variasi spasial kepadatan lalat dan dapat menjadi dasar strategi pengendalian vektor yang lebih tepat sasaran sesuai kondisi lokal.