PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika https://proceedings.unnes.ac.id/prisma <p>QRCBN 62-6861-6887-490 </p> en-US PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Peningkatan Kompetensi Mathematical Problem Solving Mahasiswa Pendidikan Matematika sebagai Basis Mewujudkan Kampus Berdampak untuk Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5243 <p><span style="font-weight: 400;">Kampus Berdampak untuk Pencapaian </span><em><span style="font-weight: 400;">Sustainable Development Goals</span></em><span style="font-weight: 400;"> (SDGs) perlu diwujudkan dalam bentuk pertumbuhan dan peningkatan kompetensi mahasiswa Pendidikan Matematika. Kompetensi yang dipilih adalah </span><span style="font-weight: 400;">Kompetensi </span><em><span style="font-weight: 400;">Mathematical Problem Solving,</span></em><span style="font-weight: 400;"> karena </span><em><span style="font-weight: 400;">Mathematical Problem Solving </span></em><span style="font-weight: 400;">berupa soal-soal matematis yang cara penyelesaiannya belum diberikan kepada mahasiswa. Mahasiswa harus berusaha sendiri agar mampu menyelesaikannya. Persoalan di masyarakat, juga banyak yang penyelesaiannya belum ditemukan. Tujuan penulisan artikel ini: (1) Untuk mendapatkan bentuk soal yang digunakan sebagai upaya meningkatkan Kompetensi </span><em><span style="font-weight: 400;">Mathematical Problem Solving </span></em><span style="font-weight: 400;">dan cara penerapannya. (2) Untuk mengetahui tingkat kompetensi </span><em><span style="font-weight: 400;">Mathematical Problem Solving</span></em><span style="font-weight: 400;"> mahasiswa Pendidikan Matematika setelah diberikan tindakan pembelajaran yang mengacu pada peningkatan kompetensi </span><em><span style="font-weight: 400;">Mathematical Problem Solving. </span></em><span style="font-weight: 400;">Metodenya: (1) Untuk pencapaian tujuan ke-1 digunakan Studi Literatur. (2)&nbsp; Untuk pencapaian tujuan ke-2 digunakan Uji t berbantuan SPSS. Hasilnya: (1) Bentuk soal yang digunakan sebagai upaya meningkatkan Kompetensi </span><em><span style="font-weight: 400;">Mathematical Problem Solving </span></em><span style="font-weight: 400;">mahasiswa adalah soal uraian yang penyelesaiannya belum diberitahukan oleh dosen kepada mahasiswa. Diterapkan untuk latihan dan tes. (2) Mean yang diproleh mahasiswa untuk bentuk soal yang digunakan sebagai upaya meningkatkan Kompetensi </span><em><span style="font-weight: 400;">Mathematical Problem Solving </span></em><span style="font-weight: 400;">adalah 81,02. </span><span style="font-weight: 400;">Mean ini&nbsp; lebih besar secara signifikan terhadap dari skor ketuntasan minimal 71. Sarannya, melalui mata kuliah yang diampu, dosen perlu secara khusus&nbsp; ber</span><span style="font-weight: 400;">upaya meningkatkan Kompetensi </span><em><span style="font-weight: 400;">Mathematical Problem Solving </span></em><span style="font-weight: 400;">mahasiswanya.</span></p> Emi Pujiastuti Copyright (c) 2026 2026-07-11 2026-07-11 1 10 Analisis Kemampuan Penalaran Aljabar Siswa SMP Ditinjau dari Gaya Belajar Deporter dan Hernacki https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5244 <p><span style="font-weight: 400;">Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran aljabar siswa SMP ditinjau dari gaya belajar Deporter dan Hernacki. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi penyebaran kuesioner gaya belajar, pelaksanaan tes tertulis, dan wawancara mendalam. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa pada salah satu SMP negeri di Kabupaten Kudus dengan teknik </span><em><span style="font-weight: 400;">purposive sampling</span></em><span style="font-weight: 400;">, yaitu dipilih dengan maksud tujuan tertentu berdasarkan hasil data kuesioner gaya belajar teori Deporter dan Hernacki. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan penalaran aljabar, angket gaya belajar, dan lembar wawancara. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kemampuan bernalar siswa dalam menyelesaikan soal aljabar menunjukkan variasi berdasarkan gaya belajar mereka. Siswa dengan gaya belajar visual lebih cepat dalam memahami pola simbol/representasi grafis. Dari keempat indikator kemampuan penalaran aljabar, siswa dengan gaya belajar visual mampu melakukan dengan baik indikator menyajikan pernyataan matematika secara tulisan, manipulasi matematika, dan menarik kesimpulan. Namun subjek dengan gaya belajar visual kurang mampu dengan baik memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran jawaban yang diberikan. Sedangkan siswa dengan gaya belajar auditori cenderung kuat dalam menjelaskan langkah secara lisan, tetapi kadang kesulitan dalam representasi simbolik. Dari keempat indikator kemampuan penalaran aljabar, siswa dengan gaya belajar auditori kurang dapat dengan baik melaksanakan indikator menyajikan pernyataan matematika secara tulisan dan manipulasi matematika. Subjek dengan gaya belajar auditori mampu memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran jawaban yang diberikan dan menarik kesimpulan. Disisi lain, siswa dengan gaya belajar kinestetik lebih menonjol dalam strategi coba-coba, manipulasi objek konkret, namun mungkin kurang sistematis dalam aljabar abstrak. Dari keempat indikator kemampuan penalaran aljabar, siswa dengan gaya belajar kinestetik mampu melaksanakan indikator manipulasi matematika dan menarik kesimpulan. Namun kurang mampu menyajikan pernyataan matematika secara tulisan dan mampu memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran jawaban yang diberikan.</span></p> Fina Tri Wahyuni Wardono Wardono Bambang Eko Susilo Copyright (c) 2026 2026-07-13 2026-07-13 11 20 Kajian Teori: Kemampuan Koneksi Matematis Ditinjau dari Disposisi Matematis pada Model Pembelajaran CORE dengan Strategi Quick on the Draw https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5245 <p><span style="font-weight: 400;">Kemampuan koneksi matematis merupakan aspek penting dalam pembelajaran matematika. Kemampuan koneksi matematis merupakan aspek kognitif yang wajib dimiliki oleh peserta didik dalam mencapai pembelajaran matematika yang optimal. Namun pada kenyataannya berdasarkan hasil studi terdahulu dan hasil PISA, kemampuan koneksi matematis peserta didik masih rendah. Ranah afektif turut menjadi penentu dalam keberhasilan belajar individu, salah satunya adalah disposisi matematis. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji secara teori model pembelajaran </span><em><span style="font-weight: 400;">CORE </span></em><span style="font-weight: 400;">dengan strategi </span><em><span style="font-weight: 400;">Quick on the Draw </span></em><span style="font-weight: 400;">dapat meningkatkan kemampuan koneksi matematis ditinjau dari disposisi matematis. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa peserta didik dengan tingkat disposisi matematis yang tinggi memiliki kemampuan koneksi matematis yang tinggi. Peserta didik dengan tingkat disposisi matematis yang sedang atau rendah cenderung memiliki kemampuan koneksi matematis yang lebih rendah dari kemampuan koneksi matematis peserta didik dengan tingkat disposisi matematis yang tinggi. Model pembelajaran </span><em><span style="font-weight: 400;">CORE </span></em><span style="font-weight: 400;">berlandaskan teori konstruktivisme dimana dalam prosesnya, peserta didik mengonstruksi pengetahuan awal untuk memecahkan permasalahan. Model ini membangun pengetahuan peserta didik secara bertahap, sedangkan strategi </span><em><span style="font-weight: 400;">Quick on the Draw </span></em><span style="font-weight: 400;">merupakan strategi pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam aktivitas dinamis melalui kolaborasi dan kecepatan. Berdasarkan kajian, model pembelajaran </span><em><span style="font-weight: 400;">CORE </span></em><span style="font-weight: 400;">dengan strategi </span><em><span style="font-weight: 400;">Quick on the Draw </span></em><span style="font-weight: 400;">dapat meningkatkan kemampuan koneksi matematis. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut terkait kemampuan koneksi matematis ditinjau dari disposisi matematis pada model pembelajaran </span><em><span style="font-weight: 400;">CORE</span></em><span style="font-weight: 400;"> dengan strategi </span><em><span style="font-weight: 400;">Quick on the Draw</span></em><span style="font-weight: 400;">.</span></p> Vena Ulya Maulida Mulyono Mulyono Copyright (c) 2026 2026-07-12 2026-07-12 20 29 Analisis Bibliometrika dan Pemetaan Informasi Penelitian Global Kemampuan Berpikir Kritis https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5246 <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren dan perkembangan penelitian mengenai kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran, khususnya pada konteks pendidikan matematika. Metode yang digunakan adalah analisis bibliometrik dengan data bersumber dari database Dimensions menggunakan kata kunci </span><em><span style="font-weight: 400;">critical thinking</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan </span><em><span style="font-weight: 400;">mathematics education</span></em><span style="font-weight: 400;"> pada rentang tahun 2020-2025. Sebanyak 260 artikel yang relevan dianalisis melalui tahapan seleksi, validasi metadata, klasifikasi kategori, serta visualisasi menggunakan Microsoft Excel 2019 dan VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian berpikir kritis paling banyak dilakukan pada jenjang pendidikan menengah dan perguruan tinggi, dengan dominasi perangkat pembelajaran berupa media atau aplikasi, game, dan modul. Model pembelajaran yang paling sering digunakan adalah Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), dan Realistic Mathematics Education (RME), yang secara konsisten mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis. Visualisasi </span><em><span style="font-weight: 400;">network</span></em><span style="font-weight: 400;">, </span><em><span style="font-weight: 400;">overlay</span></em><span style="font-weight: 400;">, dan </span><em><span style="font-weight: 400;">density</span></em><span style="font-weight: 400;"> memperlihatkan bahwa tema penelitian berpikir kritis berkembang dari fokus kognitif menuju integrasi kreativitas, </span><em><span style="font-weight: 400;">STEAM</span></em><span style="font-weight: 400;">, dan pendidikan guru. Namun, seluruh literatur yang dianalisis masih terpusat pada mata pelajaran matematika, sehingga penelitian lintas disiplin masih terbuka luas. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan gambaran makro mengenai tren, distribusi, dan kebaruan penelitian berpikir kritis, sekaligus menjadi acuan arah pengembangan penelitian pendidikan di masa mendatang.</span></p> Ahmad Rizal Saqibul Fiqri Wardono Wardono Bambang Eko Susilo Copyright (c) 2026 PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2026-07-13 2026-07-13 30 39 Telaah E-Book Terintegrasi Project Based Learning Berbantuan Geogebra Bernuansa Etnomatematika untuk Meningkatkan Literasi Numerasi Siswa https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5247 <p><span style="font-weight: 400;">Kemampuan literasi numerasi sangat penting dalam perwujudan SDGs 4, namun kemampuan tersebut di Indonesia masih tergolong rendah. Hasil PISA menunjukkan adanya penurunan skor kemampuan literasi numerasi siswa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah potensi </span><em><span style="font-weight: 400;">e-book</span></em><span style="font-weight: 400;"> terintegrasi </span><em><span style="font-weight: 400;">Project Based Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> berbantuan GeoGebra bernuansa etnomatematika dalam meningkatkan literasi numerasi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji jurnal, buku, dan artikel nasional maupun internasional melalui tahapan </span><em><span style="font-weight: 400;">organize, synthesize, dan identify</span></em><span style="font-weight: 400;">. Hasil kajian menunjukkan bahwa e-book berbasis PjBL mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memberikan kesempatan eksplorasi, serta melatih kemampuan berpikir kritis yang berkontribusi terhadap literasi numerasi. GeoGebra mendukung visualisasi konsep matematika abstrak menjadi lebih konkret, sementara etnomatematika menghadirkan konteks budaya yang dekat dengan kehidupan siswa. Integrasi antara </span><em><span style="font-weight: 400;">e-book</span></em><span style="font-weight: 400;">, </span><em><span style="font-weight: 400;">Project Based Learning, </span></em><span style="font-weight: 400;">GeoGebra dan entnomatematika dinilai efektif untuk mendukung peningkatan literasi numerasi. Penelitian ini merekomendasikan adanya penelitian lanjutan berupa implementasi dalam pembelajaran untuk menguji efektivitas </span><em><span style="font-weight: 400;">e-book</span></em><span style="font-weight: 400;"> terintegrasi </span><em><span style="font-weight: 400;">Project Based Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> berbantuan GeoGebra bernuansa etnomatematika secara langsung.</span></p> Nila Malika Rizqi Detalia Noriza Munahefi Copyright (c) 2026 PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2026-07-11 2026-07-11 40 48 Systematic Literature Review: Integrasi Etnomatematika dalam Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Matematis Siswa https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5248 <p><span style="font-weight: 400;">Artikel penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana hasil integrasi etnomatematika dalam pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan matematis siswa. Penggunaan model PBL dan etnomatematika sudah popular, namun pemetaan sistematis mengenai efektivitas integrasi keduanya terhadap indikator kemampuan matematis siswa dalam literatur terbaru masih terbatas. Artikel ini disusun untuk mensintesis temuan-temuan penelitian terkini untuk memberikan landasan teoritis dan praktis bagi pendidik dalam mengimplementasikan model pembelajaran yang mampu menjembatani matematika formal dengan kearifan budaya. Metode penelitian </span><em><span style="font-weight: 400;">Systematic Literature Review </span></em><span style="font-weight: 400;">yang diterapkan bertujuan memperoleh informasi sesuai dengan topik yang dikaji terkait etnomatematika, </span><em><span style="font-weight: 400;">Problem Based Learning</span></em><span style="font-weight: 400;">, dan Kemampuan Matematis siswa. Kemampuan matematis siswa dalam artikel penelitian ini meliputi kemampuan berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah, literasi numerasi, dan kemampuan berpikir kreatif. Sumber artikel yang diperoleh sebagai bahan kajian dalam artikel penelitian adalah </span><em><span style="font-weight: 400;">Google Scholar,</span></em> <em><span style="font-weight: 400;">Scopus, </span></em><span style="font-weight: 400;">dan </span><em><span style="font-weight: 400;">Publish or Perish</span></em><span style="font-weight: 400;"> dengan rentang penelitian dari tahun 2019 hingga 2025. Pencarian dilakukan menggunakan kata kunci “ëtnomatematika”, “</span><em><span style="font-weight: 400;">problem based learning</span></em><span style="font-weight: 400;">”, dan “kemampuan matematis”sehingga diperoleh sebanyak 20 artikel relevan dirujuk dan dianalisis. sebanyak 20 artikel relevan dirujuk dan dianalisis. Hasil penelitian dengan </span><em><span style="font-weight: 400;">Systematic Literature Review </span></em><span style="font-weight: 400;">terhadap 20 artikel adalah berupa kajian yang mendeskripsikan integrasi etnomatematika dalam model </span><em><span style="font-weight: 400;">Problem Based Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> untuk meningkatkan kemampuan matematis siswa. Konsistensi hasil yang diperoleh menunjukan penerapan </span><em><span style="font-weight: 400;">Problem Based Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> terintegrasi etnomatematika dapat meningkatkan kemampuan matematis siswa, tetapi juga dapat menanamkan nilai-nilai budaya yang diusung dalam pembelajaran terintegrasi.</span></p> Riezal Ari Pratama Yunia Mega Pratiwi Elinda Nuha Andaruningrum Isnaini Rosyida Copyright (c) 2026 2026-07-13 2026-07-13 49 64 Systematic Literature Review: Implementasi Pendekatan Pembelajaran STEM terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5249 <p><span style="font-weight: 400;">Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi penting abad ke-21 yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran yang integratif dan kontekstual. Pendekatan </span><em><span style="font-weight: 400;">Science, Technology, Engineering, and Mathematics</span></em><span style="font-weight: 400;"> (STEM) menjadi salah satu inovasi yang mampu menghubungkan konsep matematika dengan penerapan nyata dalam kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tren penelitian mengenai pembelajaran STEM terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam enam tahun terakhir (2020-2025) dan mendeskripsikan implementasi pendekatan pembelajaran STEM terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Metode yang digunakan adalah </span><em><span style="font-weight: 400;">Systematic Literature Review</span></em><span style="font-weight: 400;"> (SLR) dengan pencarian artikel melalui Harzing’s </span><em><span style="font-weight: 400;">Publish or Perish</span></em><span style="font-weight: 400;"> dari Google Scholar. Sebanyak 13 artikel nasional terindeks SINTA dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren penelitian mengenai pembelajaran STEM semakin berkembang menuju penerapan model pembelajaran yang lebih inovatif, selain itu implementasi pendekatan pembelajaran STEM terbukti dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui penguatan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif.</span></p> Siti Khalimatus Sakdiyah Rizki Hanantri Ramadhan Sugiman Sugiman Arief Agoestanto Copyright (c) 2026 2026-07-12 2026-07-12 65 77 Systematic Literature Review: Literasi Matematika Ditinjau dari Self-efficacy Siswa pada Pembelajaran Matematika https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5250 <p><span style="font-weight: 400;">Pendidikan berperan penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global, salah satunya melalui penguasaan literasi matematika. Literasi matematika mencakup kemampuan memformulasikan, menggunakan, dan menafsirkan konsep matematika untuk menyelesaikan masalah kontekstual, namun capaian siswa Indonesia masih tergolong rendah berdasarkan hasil PISA 2022. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah </span><em><span style="font-weight: 400;">self-efficacy</span></em><span style="font-weight: 400;">, yakni keyakinan siswa terhadap kemampuannya. Tujuan dari kajian literatur ini adalah untuk mengetahui deskripsi literasi matematika ditinjau dari </span><em><span style="font-weight: 400;">self-efficacy</span></em><span style="font-weight: 400;"> sehingga dapat menjadi rujukan bagi penelitian dan strategi pembelajaran selanjutnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah </span><em><span style="font-weight: 400;">Systematic Literature Review </span></em><span style="font-weight: 400;">atau tinjauan pustaka sistematis. Adapun kriteria pencarian literatur yang digunakan adalah literatur nasional dari jurnal maupun prosiding terindeks Sinta dengan kurun waktu publikasi tahun 2015 sampai dengan 2025. Hasil dari penelitian ini adalah deskripsi dari literasi matematika siswa ditinjau dari </span><em><span style="font-weight: 400;">self-efficacy</span></em><span style="font-weight: 400;"> dimana siswa dengan </span><em><span style="font-weight: 400;">self-efficacy</span></em><span style="font-weight: 400;"> tinggi cenderung memiliki literasi matematika yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang rendah.&nbsp;</span></p> Lubna Rihadatul ‘Aisy Annisa Aurelia Salsabila Sugiman Sugiman Arief Agoestanto Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 78 88 Systematic Literature Review: Implementasi Artificial Intelligence (AI) Sebagai Asisten Belajar dalam Pembelajaran Matematika https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5251 <p><span style="font-weight: 400;">Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi </span><em><span style="font-weight: 400;">artificial intelligence</span></em><span style="font-weight: 400;"> sebagai asisten belajar dalam pembelajaran matematika</span><span style="font-weight: 400;">. </span><span style="font-weight: 400;">Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah </span><em><span style="font-weight: 400;">Systematic Literature Review </span></em><span style="font-weight: 400;">untuk mengidentifikasi literatur yang relevan. Adapun kriteria literatur yang digunakan, yaitu literatur nasional dari prosiding serta jurnal nasional yang terindeks </span><em><span style="font-weight: 400;">Google Scholar </span></em><span style="font-weight: 400;">dan</span> <span style="font-weight: 400;">Sinta dengan kurun waktu publikasi tahun 2016-2025. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan berbagai </span><em><span style="font-weight: 400;">artificial intelligence</span></em><span style="font-weight: 400;"> terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pemahaman konsep, pemecahan masalah, hasil belajar, kreativitas, berpikir kritis, serta menjadikan pembelajaran matematika lebih interaktif. Selain itu, </span><em><span style="font-weight: 400;">artificial intelligence</span></em><span style="font-weight: 400;"> juga berperan dalam memberikan </span><em><span style="font-weight: 400;">feedback </span></em><span style="font-weight: 400;">secara real-time yang mendukung efektivitas dan efisiensi proses belajar. </span><span style="font-weight: 400;">Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah bahwa pemanfaatan </span><em><span style="font-weight: 400;">artificial intelligence</span></em><span style="font-weight: 400;"> dalam pembelajaran matematika memberikan manfaat sekaligus tantangan yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, pemanfaatan </span><em><span style="font-weight: 400;">artificial intelligence</span></em><span style="font-weight: 400;"> dalam pembelajaran matematika perlu dirancang dengan strategi yang tepat agar tidak hanya menjadi alat pengganti dalam menyelesaikan soal, tetapi benar-benar mampu mendukung siswa dan mahasiswa dalam memahami konsep serta mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di era digital.</span></p> Dhea Khaerunissa Nirwana Zuhaida Faza Intan Azzahra Sugiman Sugiman Arief Agoestanto Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 89 97 Transformasi Pembelajaran Matematika Inklusif melalui Pendekatan Universal Design for Learning (UDL) serta Teknologi Artificial Intelligence https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5252 <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan </span><em><span style="font-weight: 400;">Universal Design for Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang dipadukan dengan teknologi </span><em><span style="font-weight: 400;">Artificial Intelligence</span></em><span style="font-weight: 400;"> dapat mentransformasi pembelajaran matematika menuju arah yang lebih inklusif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan menganalisis berbagai hasil penelitian serta laporan hasil implementasi pembelajaran di kelas inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi </span><em><span style="font-weight: 400;">universal design for learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan </span><em><span style="font-weight: 400;">artificial intelligence</span></em><span style="font-weight: 400;"> memberikan dampak positif pada lima aspek utama. Pertama, dari segi aksesibilitas, siswa dengan kebutuhan khusus lebih mudah mengakses materi matematika melalui media berbasis </span><em><span style="font-weight: 400;">artificial intelligence</span></em><span style="font-weight: 400;">, seperti aplikasi pengenalan suara dan simulasi interaktif. Kedua, fleksibilitas penyajian materi meningkat karena guru dapat menghadirkan konsep melalui berbagai media sesuai prinsip </span><em><span style="font-weight: 400;">universal design for learning</span></em><span style="font-weight: 400;">. Ketiga, keterlibatan siswa meningkat dengan adanya media interaktif yang adaptif, sehingga siswa lebih termotivasi. Keempat, hasil belajar siswa mengalami peningkatan signifikan, terutama bagi siswa dengan hambatan belajar. Kelima, peran guru lebih efektif&nbsp; karena </span><em><span style="font-weight: 400;">artificial intelligence</span></em><span style="font-weight: 400;"> membantu dalam diferensiasi pembelajaran melalui rekomendasi strategi yang sesuai dengan profil siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi </span><em><span style="font-weight: 400;">universal design for learning </span></em><span style="font-weight: 400;">dan </span><em><span style="font-weight: 400;">artificial intelligence</span></em><span style="font-weight: 400;"> mampu menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih adil, adaptif, dan responsif terhadap keberagaman siswa. Namun, tantangan yang perlu diperhatikan adalah keterbatasan infrastruktur teknologi dan literasi digital guru yang masih rendah. Oleh karena itu, implementasi model ini memerlukan dukungan pelatihan, kebijakan pendidikan, serta sarana prasarana yang memadai.</span></p> M. Irkham Pratama Emi Pujiastuti Copyright (c) 2026 2026-07-11 2026-07-11 98 102 Systematic Literature Review: Implementasi Model Problem Based Learning pada Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Literasi Matematis Peserta Didik Indonesia https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5253 <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penelitian terkait implementasi model </span><em><span style="font-weight: 400;">Problem Based Learning </span></em><span style="font-weight: 400;">pada pembelajaran matematika untuk meningkatkan literasi matematis peserta didik Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah </span><em><span style="font-weight: 400;">Systematic Literature Review</span></em><span style="font-weight: 400;"> (SLR) dengan pencarian artikel menggunakan aplikasi Publish or Perish dari </span><em><span style="font-weight: 400;">database</span></em><span style="font-weight: 400;"> Google Scholar dan Scopus. Artikel yang telah didapatkan kemudian dikaji terdiri dari 20 artikel nasional dan internasional terindeks SINTA dan Scopus yang telah dipublikasi pada tahun 2020-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian terkait topik implementasi model </span><em><span style="font-weight: 400;">Problem Based Learning </span></em><span style="font-weight: 400;">untuk meningkatkan literasi matematis terus mengalami kenaikan terutama pada lima tahun berturut-turut yaitu pada tahun 2020-2024. Mayoritas penelitian dilakukan pada jenjang sekolah menengah (SMP atau SMA) dengan materi matematika yang paling banyak digunakan yaitu materi statistika dan geometri. Metode penelitian kuantitatif paling banyak digunakan dalam penelitian. Sedangkan, untuk media pembelajaran yang paling sering digunakan yaitu LKPD karena mampu mendorong keaktifan peserta didik melalui kelompok sistematis. Implementasi model </span><em><span style="font-weight: 400;">Problem Based Learning </span></em><span style="font-weight: 400;">pada pembelajaran matematika efektif untuk meningkatkan literasi matematis peserta didik Indonesia.</span></p> Shelvira Rizki Lestari Bambang Eko Susilo Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 103 114 Systematic Literature Review: Teori Belajar Konstruktivisme melalui Problem Based Learning dalam Pembelajaran Matematika pada Era Digital https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5254 <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan teori belajar konstruktivisme dalam model pembelajaran </span><em><span style="font-weight: 400;">Problem Based Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> (PBL) pada era digital, khususnya dalam konteks pembelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah </span><em><span style="font-weight: 400;">Systematic Literature Review</span></em><span style="font-weight: 400;"> (SLR), dimana pengumpulan data dilakukan dengan mengidentifikasi serta menganalisis berbagai referensi yang memiliki kesamaan topik dengan penelitian ini. Referensi yang dikaji pada penelitian ini sebanyak 39 referensi berupa artikel jurnal nasional, jurnal internasional, buku nasional dan buku internasional yang diperoleh dari Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori konstruktivisme yang menekankan keterlibatan aktif siswa dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman, eksplorasi, dan refleksi. Hal ini sejalan dengan prinsip PBL yang berfokus pada pemecahan masalah nyata secara kolaboratif. Integrasi teknologi digital dalam penerapan PBL berbasis konstruktivisme terbukti meningkatkan efektivitas pembelajaran, keterlibatan siswa, serta keterampilan abad ke-21, termasuk berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, literasi digital, dan kemandirian belajar. Dengan demikian, teori konstruktivisme dapat dipandang sebagai landasan teoritis yang kokoh, sementara PBL berfungsi sebagai strategi aplikatif yang mampu menjawab tantangan pendidikan matematika di era digital.</span></p> Sabrina Aprilia Retno Wulan Astuti Naila Haniyatus Tsaniyah Ainissania Chaira Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 115 125 Systematic Literature Review: Kemampuan Komunikasi Matematis ditinjau dari Self Confidence https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5255 <p><span style="font-weight: 400;">Komunikasi matematis merupakan kemampuan&nbsp; yang&nbsp; dimiliki&nbsp; individu&nbsp; dalam&nbsp; menyampaikan&nbsp; suatu&nbsp; ide&nbsp; atau gagasan &nbsp; matematika &nbsp; melalui &nbsp; tulisan &nbsp; ataupun lisan. Dengan memiliki kemampuan komunikasi matematis dapat memudahkan peserta didik untuk memahami makna dari simbol dan istilah. Rendahnya kemampuan komunikasi matematis seorang peserta didik sangat penting untuk diperhatikaakan tetapi pada faktanya kemampuan literasi matematika peserta didik masih rendah. Hal tersebut dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya aspek afektif yang masih rendah. </span><em><span style="font-weight: 400;">Self confidence</span></em><span style="font-weight: 400;"> pada matematika merupakan peserta didik yang belajar matematika akan berperan penting dalam pembelajaran dan keberhasilan peserta didik dalam matematika atau&nbsp; ada hubungan yang positif antara </span><em><span style="font-weight: 400;">self confidence</span></em><span style="font-weight: 400;"> dengan hasil belajar dalam matematika Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi pengaruh kemampuan komunikasi Matematis ditinjau dari </span><em><span style="font-weight: 400;">self confidenc</span></em><span style="font-weight: 400;">e peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode </span><em><span style="font-weight: 400;">systematic literature review</span></em><span style="font-weight: 400;"> dengan 3 tahapan yang digunakan yaitu </span><em><span style="font-weight: 400;">planning</span></em><span style="font-weight: 400;">, </span><em><span style="font-weight: 400;">conducting</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan reporting. Peneliti mencari, mengkaji, dan menggabungkan beberapa penelitian yang sesuai dengan topik. Peneliti mengidentifikasi 250 artikel yang diperoleh dari </span><em><span style="font-weight: 400;">Google Scholar</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan </span><em><span style="font-weight: 400;">Scopus</span></em><span style="font-weight: 400;"> melalui </span><em><span style="font-weight: 400;">Publish or Perish</span></em><span style="font-weight: 400;">. Peneliti menggunakan 20 artikel yang terdiri dari 10 artikel penelitian tentang kemampuan komunikasi matematis, dan 10 artikel penelitian tentang </span><em><span style="font-weight: 400;">self confidence</span></em><span style="font-weight: 400;">. Hasil dari penelitian ini adalah berupa kajian yang mendeskripsikan dan menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis meningkatkan </span><em><span style="font-weight: 400;">self confidence</span></em><span style="font-weight: 400;"> peserta didik. &nbsp; </span></p> Rosi Miryanastiti Lili Rahmawati Marisa Wirdatu Badiah Isnaini Rosyida Sugiman Sugiman Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 127 134 Studi Literatur: Rekonstruksi Kemampuan Berpikir Kritis Matematika dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning berbasis Pendekatan Konseptual-Aplikatif https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5256 <p><span style="font-weight: 400;">Kemampuan berpikir kritis matematis merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika. Namun, berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan tersebut masih tergolong rendah karena pembelajaran di kelas umumnya masih berfokus pada penyampaian materi dan prosedur penyelesaian tanpa menekankan pada pemahaman konsep. Kondisi ini menuntut adanya inovasi pembelajaran yang mampu menyeimbangkan pemahaman konseptual dengan penerapan nyata dalam konteks permasalahan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi kemampuan berpikir kritis matematis melalui penerapan model </span><em><span style="font-weight: 400;">Problem Based Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> (PBL) berbasis pendekatan konseptual-aplikatif. Metode yang digunakan ialah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang menelaah berbagai sumber ilmiah relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis melalui aktivitas pemecahan masalah, sedangkan pendekatan konseptual-aplikatif memperkuat penguasaan konsep dan penerapan matematis secara bermakna. Integrasi keduanya membentuk proses pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa.</span></p> Tegar Febru Hidayatuwoh Muhammad Raihan Fadhilah Aulia Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 135 140 Systematic Literature Review: Implementasi Model Challenge Based Learning Terintegrasi STEM Pada Pembelajran Abad 21 https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5257 <p><span style="font-weight: 400;">Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi abad ke-21 menuntut pembelajaran matematika yang mampu menumbuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis implementasi model </span><em><span style="font-weight: 400;">Challenge Based Learning </span></em><span style="font-weight: 400;">(CBL) yang terintegrasi dengan pendekatan </span><em><span style="font-weight: 400;">Science, Technology, Engineering, and Mathematics </span></em><span style="font-weight: 400;">(STEM) dalam pembelajaran matematika abad ke-21. Metode yang digunakan adalah </span><em><span style="font-weight: 400;">Systematic Literature Review </span></em><span style="font-weight: 400;">(SLR) terhadap 12 artikel penelitian terbitan 2020–2025 yang diperoleh melalui basis data Google Scholar menggunakan kata kunci “</span><em><span style="font-weight: 400;">Challenge Based Learning</span></em><span style="font-weight: 400;">”, “</span><em><span style="font-weight: 400;">STEM</span></em><span style="font-weight: 400;">”, dan “pembelajaran matematika”. Hasil kajian menunjukkan bahwa tren penelitian CBL-STEM meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir dengan fokus utama pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, literasi numerasi, representasi matematis, pemecahan masalah, dan berpikir analitis. Implementasi CBL-STEM terbukti efektif diterapkan pada berbagai jenjang pendidikan, terutama di tingkat SMP, dengan dukungan media inovatif seperti </span><em><span style="font-weight: 400;">Wordwall</span></em><span style="font-weight: 400;">, video interaktif, dan </span><em><span style="font-weight: 400;">Augmented Reality </span></em><span style="font-weight: 400;">yang memperkuat keterlibatan peserta didik. Secara keseluruhan, integrasi CBL dengan pendekatan STEM berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran matematika yang kontekstual, kolaboratif, dan relevan dengan tuntutan keterampilan abad ke-21.</span></p> Berlian Disi Prasetya Nanda Akmala Fauzi Amanda Putri Meirani Arief Agoestanto Sugiman Sugiman Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 141 153 Eksplorasi Etnomatematika Budaya Melayu pada Ornamen Masjid Al Osmani Medan https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5258 <p><span style="font-weight: 400;">Etnomatematika adalah pendekatan yang menghubungkan prinsip-prinsip matematika dengan kebudayaan lokal untuk mempermudah pembelajaran dan pemahaman konsep matematika, serta menumbuhkan apresiasi terhadap warisan budaya. Salah satunya adalah Ornamen Melayu yang ada di bangunan Masjid Al Osmani Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi ornamen yang ada di Masjid Al Osmani Medan yang berciri khas Budaya Melayu terhadap Kosep Geometri Transformasi yang relevan bagi pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 9. Diharapkan setelah peneitian ini dilaksanakan dapat meningkatkan pemahaman dan empati siswa terhadap budaya terkhususnya budaya Melayu. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnomatematika, di mana peneliti melakukan analisis terhadap ornamen Masjid Al Osmani Medan terhadap keterkaitannya dengan konsep matematika seperti geometri transfomasi. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa ornamen Masjid Al Osmani Medan dapat digunakan sebagai media pembelajaran matematika. Suku Melayu telah menggunakan konsep transformasi geometri dalam pembuatan motif ornament pada Masjid Al Osmani Medan seperti pada motif Bunga Kendur, Bunga Melati dan Bunga Cina menggunakan konsep transformasi geometri berupa Refleksi, Rotasi, Translasi dan Dilatasi. Sedangkan Bunga Matahari dan Lebah Begantung menggunakan konsep transformasi geometri berupa Refleksi, dan Translasi. </span></p> Rahmat Mushlihuddin Wardono Wardono Bambang Eko Susilo Copyright (c) 2026 2026-07-12 2026-07-12 154 159 Respon Mahasiswa terhadap Penggunaan Multimedia Interaktif Geometri Transformasi Berbantuan Articulate Storyline https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5259 <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon mahasiswa terhadap penggunaan multimedia interaktif geometri transformasi berbantuan </span><em><span style="font-weight: 400;">Articulate Storyline</span></em><span style="font-weight: 400;">. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa geometri transformasi merupakan salah satu materi yang bersifat abstrak dan seringkali menimbulkan kesulitan belajar bagi mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran interaktif yang mampu menghadirkan visualisasi dinamis sehingga konsep matematika dapat dipahami dengan lebih mudah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan subjek 30 mahasiswa Program Studi Tadris Matematika IAIN Kudus. Instrumen penelitian berupa angket respon mahasiswa menggunakan skala Likert 1–5, meliputi aspek tampilan, kemudahan penggunaan, kemanfaatan media, dan motivasi belajar. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif persentase untuk mengetahui kecenderungan respon mahasiswa terhadap media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon mahasiswa berada pada kategori sangat baik dengan rata-rata persentase 87,6%. Aspek tampilan memperoleh skor tertinggi sebesar 90,2%, sedangkan aspek kemanfaatan media mendapat skor terendah yaitu 85,7%, namun tetap termasuk kategori sangat baik. Selain itu, wawancara singkat mengungkapkan bahwa mahasiswa merasa terbantu dalam memahami konsep transformasi geometri melalui animasi yang interaktif dan menarik, meskipun beberapa mahasiswa menyarankan penambahan fitur evaluasi mandiri berupa kuis dengan umpan balik otomatis. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif berbantuan </span><em><span style="font-weight: 400;">Articulate Storyline</span></em><span style="font-weight: 400;"> layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran matematika di perguruan tinggi karena mampu meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman mahasiswa pada materi geometri transformasi.</span></p> Nanang Nabhar Fakhri Auliya Wardono Wardono Bambang Eko Susilo Copyright (c) 2026 2026-07-12 2026-07-12 160 167 Systematic Literature Review: Problem-Based Learning (PBL) dalam Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Berbasis Etnomatematika https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5260 <p><span style="font-weight: 400;">Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model </span><em><span style="font-weight: 400;">Problem-Based Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> (PBL) berbasis etnomatematika dalam pembelajaran matematika serta meninjau efektivitasnya terhadap peningkatan kemampuan matematis siswa. Metode yang digunakan adalah </span><em><span style="font-weight: 400;">Systematic Literature Review</span></em><span style="font-weight: 400;"> terhadap 20 artikel yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025 dari berbagai jurnal nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan PBL berbasis etnomatematika secara konsisten mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, berpikir kritis, pemahaman konsep, serta minat dan motivasi belajar siswa. Konteks budaya lokal seperti motif batik, permainan tradisional, pola tenun, dan arsitektur rumah adat berperan sebagai sumber masalah dalam pembelajaran, sehingga siswa dapat mengaitkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, tantangan utama yang ditemukan adalah keterbatasan bahan ajar berbasis etnomatematika, waktu pelaksanaan yang panjang, dan kurangnya pelatihan guru dalam mengaitkan budaya dengan konsep matematika. Secara keseluruhan, hasil telaah ini menegaskan bahwa integrasi PBL dan etnomatematika merupakan strategi pembelajaran yang efektif dan relevan untuk membangun pembelajaran matematika yang kontekstual, bermakna, serta berakar pada budaya lokal.</span></p> Mevianda Cahya Resqueta Muhammad Afif Gunawan Isnaini Rosyida Sugiman Sugiman Copyright (c) 2026 2026-07-12 2026-07-12 168 175 MATHRIA : Matematics Role Playing Terintegrasi PREPROSPEC dan STEM untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5261 <p><span style="font-weight: 400;">Pendidikan merupakan salah satu dari tujuh belas </span><em><span style="font-weight: 400;">Sustainable Development Goals</span></em><span style="font-weight: 400;"> (SDGs) yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk dicapai pada tahun 2030. Tujuan ini tertuang dalam SDG 4, yaitu </span><em><span style="font-weight: 400;">Quality Education</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang menekankan urgensi pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas untuk mendukung pembelajaran sepanjang hayat. Secara khusus, target 4.6 menegaskan bahwa pada tahun 2030, semua remaja dan proporsi orang dewasa tertentu, baik laki-laki maupun perempuan, harus memiliki kemampuan literasi dan numerasi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan media pembelajaran MATHRIA berbasis role playing game dengan pendekatan STEM dan model pembelajaran PREPROSPEC dalam meningkatkan kemampuan literasi numerasi peserta didik. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 23 Semarang dengan teknik pengumpulan data berupa observasi tes (</span><em><span style="font-weight: 400;">pretest</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan </span><em><span style="font-weight: 400;">posttest</span></em><span style="font-weight: 400;">), serta angket respons peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&amp;D) dengan model pengembangan ADDIE . Analisis data dilakukan melalui uji kelayakan media, uji efektivitas, dan uji respons peserta didik untuk mengukur peningkatan kemampuan literasi numerasi serta minat belajar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa media MATHRIA yang dikembangkan layak, efektif, dan mendapatkan respons positif dari peserta didik. Hasil validasi ahli media memperoleh skor rata-rata 91,5% (kategori sangat layak). Berdasarkan hasil uji t, uji z, dan Paired Sample t-test, diperoleh peningkatan signifikan kemampuan literasi numerasi dengan rata-rata ketuntasan belajar mencapai 75% dan persentase skor N-Gain sebesar 57% (kategori cukup efektif). Selain itu, hasil angket menunjukkan respons positif peserta didik sebesar 95%. Dengan demikian, MATHRIA berpotensi menjadi inovasi pembelajaran digital yang mendukung peningkatan literasi numerasi serta mendorong terwujudnya pendidikan yang menyenangkan, kreatif, dan berorientasi pada masa depan sesuai dengan tujuan SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, khususnya target 4.6.</span></p> Rafi Rahmatulloh Muhammad Rafiul Annam Tsabitul Azmi Rizqullah Salsa Bila Titiana Elisa Mutiara Fatmadewi Adi Satrio Ardiansyah Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 176 183 Studi Literatur: Rekonstruksi Kemampuan Berpikir Kritis Matematika dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning berbasis Pendekatan Konseptual-Aplikatif https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5264 <p><span style="font-weight: 400;">Kemampuan berpikir kritis perlu dipersiapkan pemerintah sebagai salah satu keterampilan utama dalam kerangka keterampilan abad ke-21 bersama dengan kemampuan memecahkan masalah, berkreasi dan berinovasi, serta berkomunikasi dan kolaborasi, serta sesuai dengan salah satu bidang unggulan dalam Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017-2045 yakni Kajian Sosial Humaniora Pembangunan Sosial Budaya&nbsp; dan pencapaian Rencana Strategis Penelitian Universitas Negeri Semarang 2020-2024 serta indikator SDGs tentang mendapatkan pendidikan yang&nbsp; layak serta membangun ekosistem inovasi pembelajaran berbasis digital learning dalam mendorong industri, inovasi, dan infrastruktur (Industry, Innovation, and Infrastructure). Pembelajaran matematika diupayakan sebagai salah satu usaha dalam rangka pengembangan kemampuan berpikir kritis matematis. Perilaku dan pembelajaran matematika yang dilakukan oleh siswa dalam proses pengembangan kemampuan berpikir kritis dapat dipengaruhi oleh disposisi matematis yang dimiliki oleh seorang siswa sebagaimana penguasaan konten matematika mempengaruhinya. Akan tetapi, ditemukan fakta bahwa kemampuan berpikir kritis dan aspek disposisi matematis siswa masih sangat rendah, sehingga memerlukan solusi salah satunya melalui pengembangan model pembelajaran. Salah satu model pembelajaran dengan karakteristik berpusat pada siswa yang dirancang untuk mengatasi beberapa permasalahan di atas adalah model </span><em><span style="font-weight: 400;">Project Etnosains and Mathematics Problem Posing</span></em><span style="font-weight: 400;">. (PEMPP). Berdasarkan hasil kajian teori didapatkan fakta bahwa model PEMPP memberikan efek yang signifikan terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis dan disposisi matematis siswa, sehingga dirasa perlu dilakukan penelitian lebih lanjut secara kualitatif maupun kuantitatif untuk memperkuat proses pengembangan tahap selanjutnya. Selain itu, perlu juga dilakukan tahap pengembangan secara khusus dalam hal perangkat pembelajaran maupun media terkait dengan model PEMPP khususnya pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dan disposisi matematis siswa dalam pembelajaran matematika.</span></p> Bayu Murti Suryonegoro Wardono Wardono Bambang Eko Susilo Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 184 204 Analisis Bibliometrika dan Pemetaan Informasi Penelitian Global Kemampuan Berpikir Kritis https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5267 <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren dan perkembangan penelitian mengenai kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran, khususnya pada konteks pendidikan matematika. Metode yang digunakan adalah analisis bibliometrik dengan data bersumber dari database Dimensions menggunakan kata kunci </span><em><span style="font-weight: 400;">critical thinking</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan </span><em><span style="font-weight: 400;">mathematics education</span></em><span style="font-weight: 400;"> pada rentang tahun 2020-2025. Sebanyak 260 artikel yang relevan dianalisis melalui tahapan seleksi, validasi metadata, klasifikasi kategori, serta visualisasi menggunakan Microsoft Excel 2019 dan VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian berpikir kritis paling banyak dilakukan pada jenjang pendidikan menengah dan perguruan tinggi, dengan dominasi perangkat pembelajaran berupa media atau aplikasi, game, dan modul. Model pembelajaran yang paling sering digunakan adalah Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), dan Realistic Mathematics Education (RME), yang secara konsisten mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis. Visualisasi </span><em><span style="font-weight: 400;">network</span></em><span style="font-weight: 400;">, </span><em><span style="font-weight: 400;">overlay</span></em><span style="font-weight: 400;">, dan </span><em><span style="font-weight: 400;">density</span></em><span style="font-weight: 400;"> memperlihatkan bahwa tema penelitian berpikir kritis berkembang dari fokus kognitif menuju integrasi kreativitas, </span><em><span style="font-weight: 400;">STEAM</span></em><span style="font-weight: 400;">, dan pendidikan guru. Namun, seluruh literatur yang dianalisis masih terpusat pada mata pelajaran matematika, sehingga penelitian lintas disiplin masih terbuka luas. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan gambaran makro mengenai tren, distribusi, dan kebaruan penelitian berpikir kritis, sekaligus menjadi acuan arah pengembangan penelitian pendidikan di masa mendatang.</span></p> Ahmad Rizal Saqibul Fiqri Wardono Wardono Bambang Eko Susilo Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 205 214 Literature Review : Peran Pior Knowledge Terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Siswa https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5268 <p><span style="font-weight: 400;">Matematika tidak hanya belajar tentang berhitung, tetapi memahami konsep-konsep matematika dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan mengaitkan antarkonsep matematika baik materi yang telah atau akan dipelajari, kemudian mengaitkan dalam kehidupan sehari-hari disebut sebagai kemampuan koneksi matematis. Kemampuan ini membantu siswa belajar secara mendalam. Namun, banyak siswa yang masih mengalami kesulitan dalam mengaitkan konsep matematika. Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab sulitnya memahami konsep matematika secara mendalam adalah </span><em><span style="font-weight: 400;">prior knowledge</span></em><span style="font-weight: 400;"> atau pengetahuan awal. </span><em><span style="font-weight: 400;">Prior knowledge</span></em><span style="font-weight: 400;"> berperan dalam membantu siswa mengaitkan materi yang telah dipelajari dengan materi baru yang akan dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur tentang peran </span><em><span style="font-weight: 400;">prior knowledge</span></em><span style="font-weight: 400;"> terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode </span><em><span style="font-weight: 400;">literature review </span></em><span style="font-weight: 400;">dengan mengkaji artikel ilmiah yang berkaitan dengan </span><em><span style="font-weight: 400;">prior knowledge</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan kemampuan koneksi matematis. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dengan menganalisis 30 artikel dari tahun 2022-2025, yaitu 15 jurnal nasional dan 15 jurnal internasional.&nbsp; </span><em><span style="font-weight: 400;">Literatur review</span></em><span style="font-weight: 400;"> menurut Snyder (2019) terdiri dari empat tahap, yaitu merancang ulasan, melakukan tinjauan, analisis, dan menulis ulasan. Analisis data dilakukan secara deskriptif analitis dengan meninjau, membandingkan, dan menyimpulkan hasil penelitian sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prior knowledge berperan penting dalam pembelajaran matematika, karena berperan sebagai penggerak utama dalam proses berpikir konseptual dan mengembangkan kemampuan koneksi matematis. Selain itu, menggunakan strategi pembelajaran seperti </span><em><span style="font-weight: 400;">Problem-Based Learning (PBL)</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan </span><em><span style="font-weight: 400;">Realistic Mathematics Education (RME)</span></em><span style="font-weight: 400;"> terbukti efektif dalam mengoptimalkan </span><em><span style="font-weight: 400;">prior knowledge. </span></em><span style="font-weight: 400;">Siswa dengan </span><em><span style="font-weight: 400;">prior knowledge</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang tinggi menunjukkan proses berpikir yang lebih sistematis, dan menghasilkan penyelesaian masalah yang lebih sesuai. Sebaliknya, siswa dengan </span><em><span style="font-weight: 400;">prior knowledge </span></em><span style="font-weight: 400;">yang rendah cenderung lebih sulit dalam menyelesaikan masalah dan sering melakukan kesalahan.</span></p> Agnes Deviana Herawati Aprita Nur Jannah Retna Saputri Isnaini Rosyida Sugiman Sugiman Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 215 228 Penerapan Model Pembelajaran Challenge Based-Learning Berbantuan Deep Learning terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Siswa https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5269 <p><span style="font-weight: 400;">Rendahnya kemampuan koneksi matematis siswa yang masih ditandai pembelajaran prosedural dan kurangnya keterkaitan konsep dengan konteks nyata menunjukkan adanya masalah mendasar dalam pembelajaran matematika. Berbagai inovasi pembelajaran telah diterapkan, namun sebagian besar belum secara eksplisit memadukan konteks dunia nyata dengan proses kognitif yang mendalam untuk menumbuhkan koneksi antar representasi, antar topik, serta penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Kesenjangan ini menegaskan urgensi hadirnya strategi pembelajaran yang mampu mengintegrasikan pendekatan kontekstual dengan pembelajaran bermakna. Integrasi </span><em><span style="font-weight: 400;">Challenge-Based Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> (CBL) dengan pendekatan </span><em><span style="font-weight: 400;">Deep Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> dipandang berpotensi menjawab kebutuhan tersebut. Tujuan artikel ini adalah mengkaji secara konseptual bagaimana integrasi CBL dan </span><em><span style="font-weight: 400;">Deep Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> dapat memfasilitasi pengembangan kemampuan koneksi matematis siswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis sintaks CBL (</span><em><span style="font-weight: 400;">engage, investigate, act</span></em><span style="font-weight: 400;">), karakteristik Deep Learning (</span><em><span style="font-weight: 400;">mindful, meaningful, joyful</span></em><span style="font-weight: 400;">), serta indikator koneksi matematis. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada setiap sub-tahap CBL, proses kognitif </span><em><span style="font-weight: 400;">Deep Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> secara operasional memfasilitasi indikator koneksi matematis, mulai dari koneksi antar representasi, koneksi prosedural, koneksi antar topik, hingga penerapan matematika dalam konteks nyata. Dengan demikian, integrasi CBL dan </span><em><span style="font-weight: 400;">Deep Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> menghadirkan pembelajaran yang kontekstual sekaligus konseptual, sehingga siswa membangun pemahaman bermakna melalui keterkaitan pengetahuan. Kesimpulannya, integrasi kedua pendekatan ini memiliki landasan teoretis dan operasional yang kuat untuk memperkuat kemampuan koneksi matematis siswa dalam pembelajaran matematika abad ke-21.</span></p> Maulana Nur Sa’bani Adi Satrio Ardiansyah Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 229 236 Systematic Literature Review: Literasi Matematika ditinjau dari Self-Efficacy pada Model Problem Based Learning Bernuansa Objek Wisata Bledug Kuwu https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5270 <p><span style="font-weight: 400;">Literasi matematika adalah kemampuan yang menekankan pada proses merumuskan serta menafsirkan suatu masalah kontekstual yang memiliki kaitan erat dengan kemampuan matematis lainnya yang sangat diperlukan dalam menghadapi perkembangan zaman, akan tetapi pada faktanya ke literasi matematika peserta didik masih rendah. Hal tersebut dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya yaitu model pembelajaran yang kurang tepat dan juga aspek afektif yang masih rendah. Pembelajaran&nbsp; bernuansa etnomatematika&nbsp; juga&nbsp; bisa menjadi&nbsp; solusi&nbsp; dari&nbsp; permasalahan mengenai&nbsp; tingkat&nbsp; literasi&nbsp; matematika. Oleh karena itu diperlukan suatu inovasi dalam pembelajaran yaitu penerapan model </span><em><span style="font-weight: 400;">Problem Based Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> bernuansa objek wisata Bledug Kuwu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi pengaruh model </span><em><span style="font-weight: 400;">Problem Based Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> bernuansa objek wisata Bledug Kuwu terhadap literasi matematika ditinjau dari </span><em><span style="font-weight: 400;">self-efficacy</span></em><span style="font-weight: 400;"> peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode </span><em><span style="font-weight: 400;">systematic literature</span></em> <em><span style="font-weight: 400;">review</span></em><span style="font-weight: 400;"> dengan 3 tahapan yang digunakan yaitu </span><em><span style="font-weight: 400;">planning, conducting dan reporting</span></em><span style="font-weight: 400;">. Peneliti mencari, mengkaji, dan menggabungkan beberapa penelitian yang sesuai dengan topik. Peneliti mengidentifikasi 200 artikel yang diperoleh dari </span><em><span style="font-weight: 400;">Google Scholar</span></em><span style="font-weight: 400;"> melalui </span><em><span style="font-weight: 400;">Publish or Perish</span></em><span style="font-weight: 400;">. Peneliti menggunakan 23 artikel yang terdiri dari 10 artikel penelitian tentang literasi matematika, 5 artikel penelitian tentang </span><em><span style="font-weight: 400;">self-efficacy</span></em><span style="font-weight: 400;">, 6 artikel penelitian tentang </span><em><span style="font-weight: 400;">Problem Based Learning,</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan 2 artikel penelitian tentang etnomatematika Grobogan. Hasil dari penelitian ini adalah berupa kajian yang mendeskripsikan dan menunjukkan bahwa model </span><em><span style="font-weight: 400;">Problem Based Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> bernuansa objek wisata Bledug Kuwu dapat meningkatkan literasi matematika dan </span><em><span style="font-weight: 400;">self-efficacy</span></em><span style="font-weight: 400;"> peserta didik. </span></p> Marisa Wirdatu Badi’ah Nuriana Rachmani Dewi Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 237 247 Integrasi Universal Design for Learning (UDL) dalam Learning Management System (LMS) untuk Pembelajaran Matematika Inklusif Menuju Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5271 <p><span style="font-weight: 400;">Meningkatnya jumlah mahasiswa penyandang disabilitas belum diimbangi dengan ketersediaan sarana pendidikan yang mendukung, termasuk dalam pembelajaran matematika. Kondisi ini menuntut penerapan pendidikan inklusif melalui pendekatan </span><em><span style="font-weight: 400;">Universal Design for Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> (UDL) yang memfasilitasi keberagaman gaya belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dan efektivitas pembelajaran matematika inklusif berbasis UDL yang terintegrasi dalam </span><em><span style="font-weight: 400;">Learning Management System</span></em><span style="font-weight: 400;"> (LMS) sebagai media pendukung kampus inklusif, sekaligus mengaitkannya dengan pencapaian </span><em><span style="font-weight: 400;">Sustainable Development Goals</span></em><span style="font-weight: 400;"> (SDGs). Metode penelitian yang digunakan adalah dengan teknik </span><em><span style="font-weight: 400;">Systematic Literature Review</span></em><span style="font-weight: 400;"> (SLR) untuk mengidentifikasi UDL dan LMS pada pembelajaran matematika, penerapan integrasi terbaik, tantangan pada saat implementasi, serta peluang mengembangkan penerapan UDL dalam LMS di Pendidikan Tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi UDL dalam LMS memberikan dampak positif terhadap aksesibilitas dan keterlibatan mahasiswa penyandang disabilitas serta peningkatan akademik mahasiswa penyandang disabilitas, terutama melalui fitur aktivitas bersyarat, kuis fleksibel, dan konten multimodal yang mendukung partisipasi aktif mahasiswa berkebutuhan khusus. Meskipun demikian, implementasi integrasi UDL dalam LMS untuk pembelajaran mata kuliah matematika masih menghadapi tantangan berupa keterbatasam infastruktur, kesiapan pendidik, serta dukungan kebijakan institusi. Penelitian ini menyarankan pengembangan model desain pembelajaran matematika campuran yang inklusif dan adaptif, yang disertai pelatihan terstruktur bagi pendidik dan dukungan teknologi agar prinsip inklusivitas dapat terwujud secara berkelanjutan di perguruan tinggi.</span></p> Syafa’ah Noor Jannah Emi Pujiastuti Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 248 254 Systematic Literature Review : Kemampuan Berpikir Kritis Ditinjau Dari Minat Belajar Siswa https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5273 <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk meninjau hubungan antara kemampuan berpikir kritis dan minat belajar peserta didik. Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting dalam proses pembelajaran abad ke-21 yang mencakup kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menyimpulkan informasi secara logis. Sementara itu, minat belajar berperan sebagai faktor internal yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam kegiatan belajar. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode </span><em><span style="font-weight: 400;">Systematic Literature Review (SLR) </span></em><span style="font-weight: 400;">dengan 3 tahapan yaitu </span><em><span style="font-weight: 400;">planning, conducting, dan reporting. </span></em><span style="font-weight: 400;">Peneliti mencari, mengkaji, dan menggabungkan beberapa penelitian yang sesuai dengan topik. Peneliti mengidentifikasi artikel yang diperoleh dari </span><em><span style="font-weight: 400;">Google Scholar </span></em><span style="font-weight: 400;">melalui </span><em><span style="font-weight: 400;">Publish or Perish. </span></em><span style="font-weight: 400;">Penelitian menggunakan 10 artikel yang berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis dan minat belajar siswa. Hasil tinjauan </span><em><span style="font-weight: 400;">systematic</span></em><span style="font-weight: 400;"> menunjukkan bahwa minat belajar memiliki korelasi positif dengan kemampuan berpikir kritis. Peserta didik dengan minat belajar yang tinggi cenderung lebih aktif dalam mencari informasi, mengajukan pertanyaan, serta menilai keabsahan suatu argumen secara rasional. Sebaliknya, rendahnya minat belajar dapat menghambat proses berpikir kritis karena kurangnya motivasi untuk mengeksplorasi dan memecahkan masalah. Dengan demikian, peningkatan minat belajar melalui strategi pembelajaran yang menarik, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik menjadi langkah penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis.</span></p> Putri Rizki Ilahi Lathifah Siti Nur Azizah Isnaini Rosyida Sugiman Sugiman Iqlima Utiya Rahma Copyright (c) 2026 2026-07-14 2026-07-14 255 260 Systematic Literature Review: Analisis Self-Efficacy terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5274 <p><span style="font-weight: 400;">Kemampuan berpikir kreatif merupakan keterampilan penting abad ke-21 yang perlu dikembangkan melalui pembelajaran matematika. Salah satu faktor psikologis yang memengaruhi kemampuan ini adalah </span><em><span style="font-weight: 400;">self-efficacy</span></em><span style="font-weight: 400;">, yaitu keyakinan siswa terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas belajar. Penelitian ini merupakan kajian literatur sistematis (Systematic Literature Review/SLR) yang bertujuan untuk menelaah pengaruh </span><em><span style="font-weight: 400;">self-efficacy</span></em><span style="font-weight: 400;"> terhadap kemampuan berpikir kreatif berdasarkan 8 penelitian nasional dan 4 penelitian internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa </span><em><span style="font-weight: 400;">self-efficacy</span></em><span style="font-weight: 400;"> berpengaruh positif terhadap berpikir kreatif. Siswa dengan </span><em><span style="font-weight: 400;">self-efficacy</span></em><span style="font-weight: 400;"> tinggi lebih percaya diri, gigih, dan mampu menghasilkan ide variatif dalam pemecahan masalah matematis. Penelitian internasional menegaskan bahwa peningkatan </span><em><span style="font-weight: 400;">creative self-efficacy</span></em><span style="font-weight: 400;">, baik melalui intervensi maupun umpan balik positif, berdampak signifikan terhadap kreativitas siswa. Dengan demikian, </span><em><span style="font-weight: 400;">self-efficacy</span></em><span style="font-weight: 400;"> terbukti menjadi faktor penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Guru disarankan untuk merancang pembelajaran yang menumbuhkan </span><em><span style="font-weight: 400;">self-efficacy</span></em><span style="font-weight: 400;">, seperti pemberian pengalaman keberhasilan, tugas terbuka, dan umpan balik konstruktif.</span></p> Vici Suciawati Bambang Eko Susilo Wardono Wardono Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 261 269 Pembelajaran Berbantuan Augmented Reality untuk Mendukung Literasi Matematika: Perspektif Pedagogi Digital https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5275 <p><span style="font-weight: 400;">iterasi matematika menjadi salah satu kemampuan esensial yang perlu dikembangkan di Abad 21 ini. Berbagai studi menunjukkan bahwa implementasi literasi matematika di Indonesia masih berfokus pada hasil kognitif dan penyelesaian soal berbasis teks, belum banyak penelitian yang melihat bagaimana proses pembelajaran itu sendiri memfasilitasi dimensi formulate, employ, dan interpret secara utuh. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan menganalisis integrasi media Augmented Reality (AR) dapat membentuk pengalaman belajar yang memunculkan ketiga dimensi literasi matematika tersebut.&nbsp; Data penelitian meliputi deskripsi pelaksanaan pembelajaran dari hasil observasi, serta analisis ketercapaian indikator literasi matematika. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap formulate, AR membantu siswa mengidentifikasi unsur geometris dan membangun model matematis melalui visualisasi 3D dan jaring-jaring. Pada tahap employ, AR mendukung penerapan konsep melalui eksplorasi bentuk, manipulasi objek, dan perhitungan berbasis pengamatan visual. Pada tahap interpret, AR memfasilitasi penafsiran hasil dalam konteks nyata dan memperkuat kemampuan reflektif siswa. Ditinjau dari pedagogi digital, integrasi AR memperlihatkan keselarasan antara tujuan pembelajaran, strategi eksploratif, nilai kolaboratif, dan penggunaan teknologi sebagai mediator makna, meskipun tetap menghadapi kendala teknis perangkat dan medai AR belum sepenuhnya mendukung konstruk pengetahuan kompleks. Literasi matematika siswa bervariasi pada siswa kategori tinggi, sedang dan rendah. Siswa kategori tinggi mampu memodelkan objek AR dengan tepat, menyelesaiakan masalah dengan akurat, serta menafsirkan hasil secara logis.Siswa kategori sedang dapat membangun model dan menghitung dasar, tetapi masih perlu bantuan dalam memilih strategi dan menafsirkan hasil. Siswa kategori rendah mengalami kesulitan mengidentifikasi elemen penting, sering salah menerapkan rumus, dan belum dapat mengaitkan hasil dengan konteks.</span></p> Isnaeni Umi Machromah Bambang Eko Susilo Wardono Wardono Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 270 284 Tinjauan Teoritis: Deep Learning untuk Meningkatkan Numerasi Siswa https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5276 <p><span style="font-weight: 400;">Siswa menganggap matematika sulit karena mereka belum sepenuhnya memahami konsep dasar, mengalami kesulitan dalam mengubah situasi nyata menjadi model matematika, serta belum mampu memahami struktur dan keterkaitan pola dalam permasalahan matematika. Tuntutan kemampuan yang harus dicapai tersebut akan terwujud apabila siswa memiliki kemampuan numerasi yang baik. Terdapat 61,90% siswa mendapatkan nilai di bawah 50 pada tes numerasi sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui pembelajaran yang sesuai sehingga numerasi siswa mengalami peningkatan. Pendekatan yang digunakan untuk menjembatani kesenjangan antara rendahnya numerasi matematis dan tuntutan kemampuan yang harus dicapai siswa adalah strategi yang mendorong pemahaman mendalam, salah satunya adalah Deep Learning. Elemen Deep Learning terdiri atas </span><em><span style="font-weight: 400;">Mindful Learning</span></em><span style="font-weight: 400;">, </span><em><span style="font-weight: 400;">Meaningful Learning</span></em><span style="font-weight: 400;">, dan </span><em><span style="font-weight: 400;">Joyful Learning</span></em><span style="font-weight: 400;">. </span><em><span style="font-weight: 400;">Meaningful Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> menghubungkan pengetahuan baru dengan pemahaman sebelumnya, </span><em><span style="font-weight: 400;">Mindful Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> menekankan perhatian dan refleksi penuh, serta </span><em><span style="font-weight: 400;">Joyful Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> menciptakan lingkungan yang menyenangkan dan memotivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Pendekatan </span><em><span style="font-weight: 400;">Deep Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> untuk meningkatkan numerasi siswa.</span></p> Adiba Idlal Shidqiya Wardono Wardono Bambang Eko Susilo Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 285 294 Optimalisasi Keberhasilan Mahasiswa dalam Mengikuti Perkuliahan Pengantar Teori Grup Berbasis pada Pendekatan Pola DNTK sebagai Pendorongnya https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5277 <p><span style="font-weight: 400;">Pendekatan Pola DNTK merupakan pola pembelajaran yang mengedepankan pemahaman Definisi (D) dan Negasinya (N), Teorema (T) dan Kontraposisinya (K) sebelum mahasiswa diberikan latihan-latihan dalam mata kuliah Pengantar Teori Grup. Tujuan:&nbsp; (1) Menganalisis efektivitas pendekatan pola DNTK dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap makna konsep, negasi, teorema, dan kontraposisi dalam perkuliahan Pengantar Teori Grup. (2) Mengkaji peran pendekatan pola DNTK dalam mengoptimalkan keberhasilan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan Pengantar Teori Grup. Metodenya: Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan Uji t dan Analisis Regresi berbantuan SPSS. Hasil penelitian: (1) Diperoleh nilai mean sebesar 85,20 dibandingkan dengan nilai rata-rata hipotetik sebesar 75. Menunjukkan bahwa mahasiswa yang diajarkan dengan pendekatan pola DNTK memiliki pemahaman lebih mendalam dan mampu mengaplikasikan konsep dengan lebih baik dibandingkan dengan metode konvensional. (2) Ada korelasi atau peran positif antara pemahaman D, N, T, dan K sebagai pendekatan pola DNTK dengan kemampuan optimal mahasiswa dalam menyelesaikan soal Pengantar Teori Grup dan korelasinya diperoleh 0,773. Disarankan untuk mengeksplorasi lebih jauh penerapan Pendekatan Pola DNTK dalam mata kuliah yang lain.</span></p> Mashuri Mashuri Stevanus Budi Waluya Isnarto Isnarto Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 295 301 Platform LMS dengan Dukungan Teknologi Asistif Matematika Berbasis E-Comic Berbahasa Isyarat untuk Meningkatkan Disposisi Matematis Siswa Tunarungu di SLB https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5278 <p><span style="font-weight: 400;">Urgensinya: Pembelajaran di SLB belum ada </span><em><span style="font-weight: 400;">Platform</span></em><span style="font-weight: 400;"> LMS dengan dukungan Teknologi Asistif Matematika (TAM) berbasis </span><em><span style="font-weight: 400;">E-Comic</span></em><span style="font-weight: 400;"> Berbahasa Isyarat untuk meningkatkan Disposisi Matematis siswa Tunarungu di SLB. Tujuannya: (1) Mendapatkan hasil ujicoba produk </span><em><span style="font-weight: 400;">Platform</span></em><span style="font-weight: 400;"> LMS dengan dukungan TAM berbasis </span><em><span style="font-weight: 400;">E-Comic</span></em><span style="font-weight: 400;"> Berbahasa Isyarat untuk meningkatkan Disposisi Matematis siswa Tunarungu di SLB, yang diujicobakan di SLBN Kendal dan Ungaran. (2) Diperoleh hasil hilirisasi Platform LMS dengan dukungan TAM berbasis </span><em><span style="font-weight: 400;">E-Comic</span></em><span style="font-weight: 400;"> Berbahasa Isyarat untuk meningkatkan Disposisi Matematis siswa Tunarungu di SLB, yang diterapkan di SLBN Salatiga, Surakarta, dan Boyolali, untuk memperoleh Disposisi Matematis siswanya. Metodenya: Untuk pencapaian tujuan ke-1 dan ke-2,&nbsp; digunakan&nbsp; </span><em><span style="font-weight: 400;">Mixed Method</span></em><span style="font-weight: 400;"> yakni Kuantitatif dan Kualitatif diperkuat dengan metode SSR (</span><em><span style="font-weight: 400;">Single Subject Research</span></em><span style="font-weight: 400;">).&nbsp; Hasilnya: (1) Hasil ujicoba diperoleh Disposisi Matematis siswa berkategori Sangat Baik. (2) Ada hasil hilirisasi Platform LMS dengan dukungan TAM berbasis </span><em><span style="font-weight: 400;">E-Comic</span></em><span style="font-weight: 400;"> Berbahasa Isyarat untuk meningkatkan Disposisi Matematis siswa Tunarungu di SLB kepada 20 guru-guru SLB di Jawa Tengah, dengan mean 82,00. Hasil penerapan di SLBN Salatiga, Surakarta, dan Boyolali, juga diperoleh Disposisi Matematis siswa berkategori Sangat Baik.</span></p> Sugiman Sugiman Iwan Junaedi Muh. Fajar Safaatullah Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 302 311 Pembelajaran Matematika Digital yang Terintegrasi LMS untuk Meningkatkan Kemampuan Mathematical Reasoning Siswa SMP https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5279 <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan:&nbsp; (1)&nbsp; Dihasilkankan produk desain pembelajaran matematika yang memanfaatkan LMS untuk meningkatkan kemampuan </span><em><span style="font-weight: 400;">mathematical reasoning</span></em><span style="font-weight: 400;"> siswanya, diujicobakan di SMPN 1 Kendal dan Weleri. (2) Diperoleh hasil hilirisasi desain pembelajaran matematika yang memanfaatkan LMS untuk meningkatkan kemampuan </span><em><span style="font-weight: 400;">mathematical reasoning</span></em><span style="font-weight: 400;"> siswanya kepada para guru Matematika SMP, lalu dilanjutkan dengan penerapannya di SMPN 1 Boja, Gemuh, dan Limbangan guna mendapatkan tingkat kemampuan </span><em><span style="font-weight: 400;">mathematical reasoning</span></em><span style="font-weight: 400;"> siswanya. Metode: Pencapaian tujuan ke-1: Untuk pembuatan pembelajaran matematika yang memanfaatkan LMS, digunakan Studi Literatur. Untuk ujicobanya, digunakan </span><em><span style="font-weight: 400;">Mixed Method</span></em><span style="font-weight: 400;"> yakni dan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pencapaian tujuan ke-2, digunakan </span><em><span style="font-weight: 400;">Mixed Method</span></em><span style="font-weight: 400;"> dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif baik untuk mendapatkan hasil kemampuan guru saat ada kegiatan hilirisasi, maupun saat penerapannya di 3 SMPN, yakni SMPN 1 Boja, Gemuh, dan Limbangan guna mendapatkan tingkat kemampuan </span><em><span style="font-weight: 400;">mathematical reasoning</span></em><span style="font-weight: 400;"> siswanya. Hasilnya: (1) Ada produk desain pembelajaran matematika yang memanfaatkan LMS untuk meningkatkan kemampuan </span><em><span style="font-weight: 400;">mathematical reasoning</span></em><span style="font-weight: 400;"> siswa SMP, dan sudah diujicobakan di SMPN 1 Kendal dan Weleri dengan mean 74 dan 77. (2) Diperoleh hasil kegiatan hilirisasi desain pembelajaran matematika yang memanfaatkan LMS untuk meningkatkan kemampuan </span><em><span style="font-weight: 400;">mathematical reasoning</span></em><span style="font-weight: 400;"> siswanya. Mean hasil hilirisasinya, 83,5. Selanjutnya, hasil penerapannya di tiga SMPN diperoleh mean 79, 76, dan 75.</span></p> Emi Pujiastuti Walid Walid Isnaeni Rosyida Copyright (c) 2026 2026-07-14 2026-07-14 312 320 Merancang MathCityMap Trail di Sekolah untuk Penguatan Keterampilan Numerasi Guru https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5281 <p><span style="font-weight: 400;">Tujuan dari studi ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana program pelatihan bagi guru matematika dalam merancang </span><em><span style="font-weight: 400;">MathCityMap</span></em> <em><span style="font-weight: 400;">trail </span></em><span style="font-weight: 400;">di sekolah dapat dilaksanakan untuk memperkuat keterampilan numerasi guru. Studi eksplorasi ini dilaksanakan dengan melibatkan 29 guru matematika tingkat SMP di Kabupaten Klaten melalui sebuah program pelatihan yang berlokasi di SMP Negeri 2 Tulung. Kegiatan diawali dengan penjelasan konsep </span><em><span style="font-weight: 400;">math trails</span></em><span style="font-weight: 400;"> berbasis teknologi digital, kemudian dilanjutkan praktik langsung di lingkungan sekolah dengan memanfaatkan objek nyata seperti tiang bendera, lapangan olahraga, dan taman sekolah sebagai sumber tugas kontekstual. Keseluruhan </span><em><span style="font-weight: 400;">tasks</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang dibuat oleh para peserta pelatihan direview oleh tim </span><em><span style="font-weight: 400;">MathCityMap</span></em><span style="font-weight: 400;"> UNNES, hasilnya sebagian besar </span><em><span style="font-weight: 400;">tasks</span></em><span style="font-weight: 400;"> dinyatakan layak digunakan untuk kegiatan pembelajaran dan publikasi umum, sedangkan sisanya memerlukan perbaikan minor sesuai saran reviewer. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program pelatihan ini mampu meningkatkan kemampuan guru dalam mengaitkan konsep matematika dengan konteks lingkungan sekitar melalui penerapan teknologi digital. Program peningkatan profesional guru ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan direplikasi di sekolah-sekolah lain sebagai upaya memperkuat keterampilan numerasi dan literasi digital pendidik.</span></p> Iqbal Kharisudin Zaenuri Zaenuri Adi Nur Cahyono Ardhi Prabowo Fashihah Fashihah Copyright (c) 2026 2026-07-13 2026-07-13 321 325 Pemberdayaan Guru-guru SDN 1 Cokro dalam Pengembangan Liveworksheets dan Asesmennya untuk Mendukung Peningkatan Kemampuan Siswa Mengerjakan Soal HOTS https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5282 <p><span style="font-weight: 400;">Peningkatan kualitas pembelajaran pada era digital saat ini menjadi kebutuhan penting, termasuk bagi para guru di SDN 1 Cokro. Urgensi kegiatan ini meliputi: (1) perlunya guru SDN 1 Cokro dikenalkan dengan proses pembuatan Liveworksheets dan asesmennya untuk mendukung kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal HOTS, serta (2) perlunya optimalisasi fasilitas Wi-Fi sekolah untuk menggali dan mengembangkan potensi guru. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat potensi guru-guru SDN 1 Cokro dikenalkan dengan proses pembuatan Liveworksheets dan asesmennya sebagai pendukung penyusunan soal-soal HOTS, baik matematika maupun mata pelajaran lainnya. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Pada tahap kuantitatif, sebanyak 32 guru SDN 1 Cokro dipilih sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata (mean) sebesar 78,91 dan seluruh subjek menerima penggunaan Liveworksheets dan asemennya sebagai bentuk inovasi yang perlu diadaptasi dalam pembelajaran.</span></p> Emi Pujiastuti Sugiman Sugiman Fajar Syafaatullah Vena Agustina David Mubarok Copyright (c) 2026 2026-07-13 2026-07-13 326 330 Optimalisasi Kreativitas Guru PAUD dalam Pengembangan Media Pembelajaran Konservatif untuk Penguatan Numerasi Anak https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5283 <p><span style="font-weight: 400;">Konsep bilangan merupakan bagian dasar pengenalan matematika yang sudah dipelajari sejak dini dan penting dalam kemampuan numerasi. Anak usia dini berada dalam masa emas perkembangan yang membutuhkan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik mereka. Pemahaman konsep bilangan yang baik menguatkan kemampuan numerasi anak. Penggunaan media pembelajaran kontekstual konkret yang sesuai karakteristik mereka sangat dibutuhkan sehingga pembelajaran konsep bilangan lebih ekploratif dan bermakna. Namun, banyak guru PAUD menghadapi kendala dalam menghadirkan media pembelajaran yang konkret dan menarik. Pelatihan pengembangan media pembelajaran konservatif diperlukan sehingga guru dapat menghadirkan media yang sesuai dan mendukung kelestarian lingkungan. Dalam kegiatan ini, guru dikenalkan dengan berbagai media pembelajaran konservatif untuk pembelajaran konsep bilangan dari berbagai barang daur ulang yang mudah dijumpai. Pendemontrasian penggunakan media-media tersebut juga menjadi bagian yang penting dalam pelatihan ini. Guru memberikan timbal balik sesuai pengalaman mereka mengajar. Guru mengembangkan kreativitas melalui praktek perancangan, pembuatan, dan penggunaan media pembelajaran konservatif ini. Di akhir kegiatan ini, guru menyampaikan kepuasan mereka atas materi dan pelaksanaan kegiatan ini. Dengan demikian, pelatihan ini berdampak positif terhadap kompetensi guru dalam mengembangan media pembelajaran konservatif pada konsep bilangan sehingga kemampuan numerasi anak lebih optimal.</span></p> Siti Muawanah Mulyono Mulyono Nuriana Rachmani Dewi Yl Sukestiyarno Adi Satrio Ardiansyah Copyright (c) 2026 2026-07-13 2026-07-13 331 335 Penguatan Kompetensi Guru SD Negeri 1 Cokro dalam Pembelajaran Berpendekatan Problem Solving Melalui Soal-Soal Olimpiade https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5284 <p><span style="font-weight: 400;">Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru SD Negeri 1 Cokro dalam menerapkan pembelajaran matematika berbasis pemecahan masalah melalui pemanfaatan soal olimpiade. Latar belakang kegiatan ini adalah masih rendahnya kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu pelatihan, praktik dan pendampingan, serta evaluasi dan refleksi. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan yang nyata dalam pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran berbasis pemecahan masalah serta keterampilan dalam menyusun dan memodifikasi soal olimpiade yang mendorong kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif. Para guru juga menunjukkan partisipasi aktif dalam diskusi dan kegiatan kolaboratif, yang mendorong terbentuknya budaya belajar bersama di lingkungan sekolah. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran pentingnya inovasi dalam pembelajaran matematika serta mendorong perubahan paradigma dari pembelajaran berpusat pada guru menuju pembelajaran berpusat pada siswa. Kegiatan ini menghasilkan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru dan memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah dasar. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa guru merasa terbantu dan termotivasi untuk menerapkan pendekatan pemecahan masalah dalam kegiatan belajar mengajar. Sebagai tindak lanjut, direncanakan pendampingan lanjutan untuk memastikan keberlanjutan implementasi di sekolah.</span></p> Tri Sri Noor Asih Isnarto Isnarto Hery Sutarto Muhamad Adzib Baihaqi Nur Achmey Selgi Harwanti Copyright (c) 2026 2026-07-13 2026-07-13 336 341 Merancang MathCityMap Trail di Sekolah untuk Penguatan Keterampilan Numerasi Guru https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5286 <p><span style="font-weight: 400;">Tujuan dari studi ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana program pelatihan bagi guru matematika dalam merancang </span><em><span style="font-weight: 400;">MathCityMap</span></em> <em><span style="font-weight: 400;">trail </span></em><span style="font-weight: 400;">di sekolah dapat dilaksanakan untuk memperkuat keterampilan numerasi guru. Studi eksplorasi ini dilaksanakan dengan melibatkan 29 guru matematika tingkat SMP di Kabupaten Klaten melalui sebuah program pelatihan yang berlokasi di SMP Negeri 2 Tulung. Kegiatan diawali dengan penjelasan konsep </span><em><span style="font-weight: 400;">math trails</span></em><span style="font-weight: 400;"> berbasis teknologi digital, kemudian dilanjutkan praktik langsung di lingkungan sekolah dengan memanfaatkan objek nyata seperti tiang bendera, lapangan olahraga, dan taman sekolah sebagai sumber tugas kontekstual. Keseluruhan </span><em><span style="font-weight: 400;">tasks</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang dibuat oleh para peserta pelatihan direview oleh tim </span><em><span style="font-weight: 400;">MathCityMap</span></em><span style="font-weight: 400;"> UNNES, hasilnya sebagian besar </span><em><span style="font-weight: 400;">tasks</span></em><span style="font-weight: 400;"> dinyatakan layak digunakan untuk kegiatan pembelajaran dan publikasi umum, sedangkan sisanya memerlukan perbaikan minor sesuai saran reviewer. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program pelatihan ini mampu meningkatkan kemampuan guru dalam mengaitkan konsep matematika dengan konteks lingkungan sekitar melalui penerapan teknologi digital. Program peningkatan profesional guru ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan direplikasi di sekolah-sekolah lain sebagai upaya memperkuat keterampilan numerasi dan literasi digital pendidik.</span></p> Iqbal Kharisudin Zaenuri Zaenuri Adi Nur Cahyono Ardhi Prabowo Fashihah Fashihah Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 342 346 Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Pra-Sekolah Melalui Media Permainan Sederhana https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5287 <p><span style="font-weight: 400;">Pemanfaatan media permainan sederhana dalam mengenalkan matematika untuk meningkatkan kreativitas dan minat belajar matematika pada anak usia pra-sekolah di TK Pertiwi, Kelurahan Cokro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten belum dilaksanakan secara optimal. Guru perlu diberi pendampingan pemanfaatan media permainan sederhana melalui ceramah, </span><em><span style="font-weight: 400;">workshop</span></em><span style="font-weight: 400;">, dan demonstrasi agar kreativitas matematika pada anak usia pra-sekolah meningkat. Metode yang digunakan meliputi: (1) Persiapan, dengan wawancara bersama guru TK dan pendidikan PAUD dalam menganalisis kebutuhan, (2) Pengorganisasian, dengan merancang desain kegiatan dan menyiapkan sarana prasarana pendukung kegiatan, (3) Pelaksanaan, dengan melakukan pendampingan melalui ceramah, </span><em><span style="font-weight: 400;">workshop</span></em><span style="font-weight: 400;">, demonstrasi, dan (4) Evaluasi, sebagai monitoring dan tindak lanjut kegiatan. Melalui pendekatan ceramah interaktif, </span><em><span style="font-weight: 400;">workshop</span></em><span style="font-weight: 400;"> pembuatan media, dan demonstrasi penggunaan </span><em><span style="font-weight: 400;">workbook</span></em><span style="font-weight: 400;">, para guru TK dan pendidik PAUD mengalami peningkatan signifikan dalam (1) pemahaman konseptual tentang pentingnya media permainan sederhana dalam pembelajaran matematika usia pra-sekolah, (2) keterampilan praktis dalam membuat dan mengembangkan media sederhana, (3) kemampuan implementasi media tersebut dalam pembelajaran yang menyenangkan, aktif, dan berpusat pada anak. Media yang dikembangkan berupa </span><em><span style="font-weight: 400;">workbook </span></em><span style="font-weight: 400;">yang terdiri dari tiga aktivitas utama yaitu mengenal bangun datar, mencari jejak, dan </span><em><span style="font-weight: 400;">shaping and spacing</span></em><span style="font-weight: 400;"> terbukti efektif dalam menstimulasi kreativitas anak (</span><em><span style="font-weight: 400;">fluency</span></em><span style="font-weight: 400;">, </span><em><span style="font-weight: 400;">flexibility</span></em><span style="font-weight: 400;">, dan </span><em><span style="font-weight: 400;">novelty</span></em><span style="font-weight: 400;">). Evaluasi melalui angket dan diskusi menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, serta komitmen untuk menerapkan media tersebut secara berkelanjutan.</span></p> Putriaji Hendikawati St. Budi Waluya Ary Woro Kurniasih Puput Relitasari Ratna Nur Mustika Sanusi Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 347 352 Evaluasi Faktor Kepadatan Lalat di Pemantauan Wilayah Kerja BBKK Surabaya Menggunakan Model Geographically Weighted Poisson Regression (GWPR) https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5288 <p><span style="font-weight: 400;">Lalat merupakan serangga yang berperan penting dalam penyebaran penyakit menular melalui mekanisme penularan mekanik, di mana patogen dapat terbawa ke makanan, minuman, maupun permukaan yang bersentuhan dengan manusia sehingga memicu penyakit seperti diare, kolera, disentri, dan tifus. Berdasarkan data Global Burden of Disease menunjukkan diare masih menjadi penyebab sekitar 1,2 juta kematian per tahun di dunia dengan ±4,45 miliar kasus infeksi enterik terkait sanitasi buruk, sementara di Indonesia survei di Kabupaten Jember mencatat 28 kasus penyakit vektor-lalat di pasar dan TPS yang menunjukkan kaitannya dengan pengelolaan sampah yang kurang optimal. Kondisi ini menegaskan pentingnya penelitian mengenai kepadatan lalat sebagai indikator risiko kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pengendalian lalat di wilayah kerja Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya menggunakan metode </span><em><span style="font-weight: 400;">Geographically Weighted Poisson Regression</span></em><span style="font-weight: 400;"> (GWPR), dengan mempertimbangkan variabel pengaruh lingkungan. Analisis diawali dengan uji multikolinearitas, heterogenitas spasial, serta pemilihan pembobot spasial yang tepat sebelum dilakukan pemetaan geospasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model GWPR dengan kernel </span><em><span style="font-weight: 400;">Fixed Bisquare</span></em><span style="font-weight: 400;"> memberikan performa terbaik dengan deviance 1077.162 dan AIC 1119.611 di mana kelembaban dan pencahayaan signifikan memengaruhi kepadatan lalat di wilayah Juanda dan Gresik, sedangkan di Perak, Tuban, dan Kalianget pengendalian perlu mempertimbangkan keempat variabel secara komprehensif. GWPR telah efektif dalam menangkap variasi spasial kepadatan lalat dan dapat menjadi dasar strategi pengendalian vektor yang lebih tepat sasaran sesuai kondisi lokal.</span></p> Nova Putri Dwi Sugiarti Trimono Trimono Shindi Shella May Wara Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 353 364 Analisis Faktor Risiko Stunting di Jawa Timur Menggunakan Geographically Weighted Regression https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5289 <p>Stunting masih menjadi masalah gizi kronis serius di Indonesia, termasuk di Jawa Timur, dengan prevalensi yang bervariasi antar kabupaten/kota. Dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif, kemampuan belajar, dan kualitas hidup anak, yang memengaruhi produktivitas dan daya saing sumber daya manusia. Data Survei Status Gizi Indonesia 2024 menunjukkan penurunan provinsi dari 19,2% pada 2022 menjadi 14,7% pada 2024, namun kesenjangan antar kabupaten/kota tetap tinggi. Beberapa wilayah mencatat prevalensi di atas 20%, seperti Jember 30,4%, Lumajang 23,4%, Malang 23,3%, dan Kota Batu 24,5%, sedangkan lainnya di bawah 10%, seperti Lamongan 6,9%, Trenggalek 6,7%, dan Surabaya 8,5%. Hal ini menunjukkan faktor risiko stunting berbeda antarwilayah dan intervensi seragam kurang efektif. Penelitian ini menganalisis faktor risiko stunting di Jawa Timur menggunakan Geographically Weighted Regression (GWR), yang menangkap variasi spasial dengan koefisien berbeda tiap wilayah sehingga pengaruh lokal lebih akurat dan intervensi dapat disesuaikan. Hasil menunjukkan model GWR lebih efektif dibanding model OLS biasa, dengan <br>R2 0,434 dan AIC 240,467. Koefisien lokal GWR menunjukkan bahwa pengaruh Balita Gizi Kurang terhadap stunting signifikan terutama di wilayah timur Jawa Timur, seperti Banyuwangi, Bondowoso, Pamekasan, Situbondo, dan Sumenep, sementara pengaruh Bayi Berat Lahir Rendah dan Persentase Penduduk Miskin bervariasi antar wilayah dan sebagian besar tidak signifikan secara spasial. Hasil ini menegaskan bahwa pemetaan faktor risiko secara spasial sangat penting untuk merancang kebijakan intervensi stunting yang lebih tepat sasaran dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait kesehatan dan gizi anak.</p> Ardia Eva Ardiani Trimono Trimono Kartika Maulida Hindrayani Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 365 375 Pemodelan Navigasi Adaptif Tunadaksa dengan Integrasi Indeks Aksesibilitas dan Algoritma A*: Studi Kasus di Kampus FMIPA UNNES https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5290 <p><span style="font-weight: 400;">Hambatan mobilitas bagi penyandang disabilitas daksa umumnya disebabkan oleh kondisi fisik jalur yang tidak seragam seperti kemiringan curam, lebar sempit, atau permukaan tidak rata. Sistem navigasi konvensional belum mampu merepresentasikan kompleksitas tersebut karena hanya berorientasi pada jarak. Penelitian ini berfokus pada pengembangan model algoritmik berbasis Indeks Aksesibilitas Tunadaksa (IAT) yang mengkuantifikasi empat indikator fisik utama, yaitu kemiringan, lebar jalur, kondisi permukaan, dan hambatan, menggunakan pendekatan fuzzy logic. Skor IAT (0–1) kemudian dikonversi menjadi fungsi biaya (cost function) dalam algoritma pencarian rute A* untuk mengidentifikasi jalur dengan kompromi optimal antara jarak dan aksesibilitas. Studi kasus pada jaringan pedestrian kampus menunjukkan bahwa integrasi IAT ke dalam A* menghasilkan perbedaan signifikan antara rute terpendek dan rute paling aksesibel, sekaligus mampu memetakan segmen berisiko yang menjadi titik lemah aksesibilitas. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan algoritmik dapat berperan sebagai alat evaluasi spasial kuantitatif yang mendukung perencanaan tata ruang dan kebijakan infrastruktur yang lebih inklusif bagi penyandang&nbsp;disabilitas.</span></p> Galih Kusuma Wijayaa Muharima Sahara Tsalisa Chulaili Syahri Nova Muhammad Abdul Qodir Dani Ratna Nur Mustika Sanusi Iqbal Kharisudin Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 376 383 Prediksi IHSG Berdasarkan Sentimen Publik terhadap Kebijakan Ekonomi Nasional Menggunakan Model IndoBERT–LSTM https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5291 <p><span style="font-weight: 400;">Perkembangan ekonomi digital mendorong perubahan besar dalam cara publik menanggapi kebijakan ekonomi dan dinamika pasar keuangan. Media sosial kini berperan penting dalam membentuk persepsi masyarakat yang dapat memengaruhi keputusan investor serta pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediksi IHSG dengan mengintegrasikan analisis sentimen publik dari </span><em><span style="font-weight: 400;">platform</span></em><span style="font-weight: 400;"> X (Twitter) menggunakan IndoBERT dan model deret waktu Long Short-Term Memory (LSTM). Data sentimen diklasifikasikan menjadi positif, netral, dan negatif, lalu dikonversi menjadi skor bulanan yang digabungkan dengan data historis IHSG. Dua konfigurasi model diuji, yaitu LSTM tanpa sentimen yang hanya mengandalkan data historis IHSG, serta LSTM dengan sentimen yang mengintegrasikan skor sentimen publik sebagai variabel tambahan. Hasil menunjukkan bahwa integrasi variabel sentimen menurunkan nilai RMSE dari 834,44 menjadi 711,47 serta MAE dari 722,46 menjadi 611,98, yang berarti meningkatkan akurasi sebesar 18 persen. Temuan ini menegaskan bahwa sentimen publik berperan signifikan sebagai indikator awal terhadap fluktuasi pasar saham di Indonesia..</span></p> Galih Kusuma Wijaya Maulana Anandyta Narayana Muhammad Akbar Anugrah Syafa Muhammad Alifian Yusuf Iqbal Kharisudin Virgania Sari Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 384 391 Pemodelan Ketimpangan Energi dan Kemiskinan di Indonesia Menggunakan Hybrid K-Means–PCA dalam Mendukung SDGs 1 dan 7 https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5292 <p><span style="font-weight: 400;">Energi bersih dan pengentasan kemiskinan merupakan fokus utama SDG 1 dan 7 yang berperan penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan ketimpangan akses energi dan tingkat kemiskinan antarprovinsi di Indonesia menggunakan pendekatan hybrid antara </span><em><span style="font-weight: 400;">Principal Component Analysis</span></em><span style="font-weight: 400;"> (PCA) dan algoritma </span><em><span style="font-weight: 400;">K-Means Clustering </span></em><span style="font-weight: 400;">yang dilakukan menggunakan perangkat lunak R. Data penelitian bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2024, mencakup enam variabel yang merepresentasikan aspek kemiskinan dan energi listrik. Hasil PCA menunjukkan bahwa dua komponen utama yang mampu menjelaskan 71.2% variasi data. PC1 merepresentasikan dimensi kesejahteraan sosial dan akses energi, sedangkan PC2 menggambarkan dimensi kapasitas dan pemerataan energi. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa tingkat dukungan terhadap pencapaian SDGs 1 (PC1) memiliki nilai lebih tinggi dengan rerata nilai sebesar 0.40 dibandingkan dengan tingkat dukungan terhadap pencapaian SDGs 7 dengan nilai rerata sebesar 0.34. Tahap </span><em><span style="font-weight: 400;">K-Means Clustering</span></em><span style="font-weight: 400;"> menghasilkan tiga klaster dengan jumlah masing-masing 4, 6, dan 28 provinsi. Klaster 1 memiliki nilai PC1 = –3.78 dan PC2 = -1.18, menunjukkan wilayah dengan kemiskinan tinggi dan akses energi listrik rendah. Klaster 2 menunjukkan PC1 = 2.16 dan PC2 = -1.89, merepresentasikan provinsi dengan kesejahteraan tinggi dan kapasitas energi tinggi. Sementara Klaster 3 memiliki PC1 = 0.08 dan PC2 = 0.57, menggambarkan wilayah dengan kondisi sosial-ekonomi menengah dan distribusi energi yang relatif efisien. Temuan ini menegaskan adanya ketimpangan spasial antarprovinsi di Indonesia dalam hal kesejahteraan sosial dan kapasitas energi listrik. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pemerataan energi dan pengentasan kemiskinan di Indonesia.</span></p> Carissa Azarine Henry Nadine Lenora Rika Pramestia Putri Iqbal Kharisudin Virgania Sari Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 392 401 Kekuatan Sisi Refleksif Pada Graf Hasil Operasi Comb Product dari Graf Lintasan dan Graf Siklus (P_n ⊳_v C_m) https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5307 <p>Graf G terdiri atas himpunan titik V(G) dan himpunan sisi E(G), sehingga dapat dinotasikan G=(V,E). Pelabelan-k refleksif tak teratur sisi adalah pelabelan pada suatu graf dengan memberikan label bilangan genap dari {0,2,…,2k_v} pada setiap titik, serta label bilangan bulat positif dari {1,2,…,k_e} pada setiap sisi graf G, dengan k=max⁡〖{k_e,2k_v}〗, sehingga bobot setiap sisi berbeda. Nilai minimum k dari label terbesar pada suatu graf G disebut kekuatan tak teratur sisi refleksif dan dinotasikan dengan res(G). Pada artikel ini dibahas pelabelan-k refleksif pada graf hasil operasi comb product antara graf lintasan dan graf siklus, yaitu P_n ⊳_v C_m dengan n≥2 dan m≥3. Hasil penelitian menunjukan bahwa res(P_n ⊳_v C_m) untuk n≥2,m≥3 adalah ⌈(nm+(n-1))/3⌉,nm+(n-1)≢2,3 mod 6, dan ⌈(nm+(n-1))/3⌉+1 untuk nm+(n-1)≡2,3 mod 6.</p> Adelia Shinta Ayu Ningtyas Diari Indriati Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 412 415 Kekuatan Sisi Refleksif pada Graf Hasil Operasi Comb Product Sisi Graf Bintang dan Graf Lintasan (S_n ⊵_e P_m) https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5306 <p>Asumsikan &nbsp;adalah graf sederhana, tak berarah, dan terhubung dengan hipunan titik &nbsp;dan himpunan sisi . Graf &nbsp;memiliki pelabelan- &nbsp;refleksif tak teratur sisi jika setiap titik diberi label bilangan genap non-negatif &nbsp;dan setiap sisi diberi label bilangan bulat positif &nbsp;dengan &nbsp;maks sehingga bobot semua sisi nya berbeda. Bobot sisi &nbsp;dalam graf , untuk pelabelan , didefinisikan sebagai fungsi &nbsp;yang diterapkan pada sisi &nbsp;dengan &nbsp;Nilai minimum &nbsp;dari label terbesar disebut kekuatan sisi refleksif yang dinotasikan dengan . Pada artikel ini dibahas tentang kekuatan sisi refleksif pada graf bintang <em>comb product </em>sisi graf lintasan ( ) dengan &nbsp;dan Hasil dari penelitian ini sebagai berikut: &nbsp;untuk &nbsp;dan adalah &nbsp;untuk &nbsp;dan&nbsp; &nbsp;untuk .</p> Zahra Aulia Hapsari Diari Indriati Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 416 419 Kekuatan Sisi Refleksif pada Graf Path Comb Titik Graf Friendship https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5294 <p><span style="font-weight: 400;">Graf&nbsp;</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">G(V,E)</span><span style="font-weight: 400;"> atau ditulis </span><span style="font-weight: 400;">G</span><span style="font-weight: 400;">, terdiri dari himpunan tak kosong titik </span><span style="font-weight: 400;">V</span><span style="font-weight: 400;">, dengan jumlah titik dinotasikan dengan </span><span style="font-weight: 400;">|V|</span><span style="font-weight: 400;">, dan himpunan sisi </span><span style="font-weight: 400;">E</span><span style="font-weight: 400;">, dengan jumlah sisi dinotasikan dengan </span><span style="font-weight: 400;">|E|</span><span style="font-weight: 400;">. Pelabelan-</span><em><span style="font-weight: 400;">k</span></em><span style="font-weight: 400;"> refleksif tak teratur sisi adalah pemberian label bilangan bulat positif </span><span style="font-weight: 400;">{1,2,…,</span><span style="font-weight: 400;">k</span><span style="font-weight: 400;">e</span><span style="font-weight: 400;">}</span><span style="font-weight: 400;"> sebagai label sisi dan bilangan genap non-negatif </span><span style="font-weight: 400;">{0,2,…,2</span><span style="font-weight: 400;">k</span><span style="font-weight: 400;">v</span><span style="font-weight: 400;">}</span><span style="font-weight: 400;">&nbsp; sebagai label titik dengan </span><span style="font-weight: 400;">k=maks{</span><span style="font-weight: 400;">k</span><span style="font-weight: 400;">e</span><span style="font-weight: 400;">,2</span><span style="font-weight: 400;">k</span><span style="font-weight: 400;">v</span><span style="font-weight: 400;">}</span><span style="font-weight: 400;">, sehingga bobot tiap sisi berbeda. Kekuatan sisi refleksif dari graf </span><span style="font-weight: 400;">G</span><span style="font-weight: 400;"> dinotasikan dengan </span><span style="font-weight: 400;">res(G) = k</span><span style="font-weight: 400;"> dengan nilai </span><span style="font-weight: 400;">k</span><span style="font-weight: 400;"> adalah pelabelan terbesar yang minimum diantara beberapa pelabelan refleksif tak teratur sisi yang mungkin. Pada artikel ini dibahas pelabelan-</span><em><span style="font-weight: 400;">k</span></em><span style="font-weight: 400;"> refleksif tak teratur sisi pada graf hasil operasi </span><em><span style="font-weight: 400;">comb</span></em><span style="font-weight: 400;"> titik dari graf </span><em><span style="font-weight: 400;">path</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan graf </span><em><span style="font-weight: 400;">friendship </span></em><span style="font-weight: 400;">(</span><span style="font-weight: 400;">P</span><span style="font-weight: 400;">n</span><span style="font-weight: 400;">⊳</span><span style="font-weight: 400;">f</span><span style="font-weight: 400;">m</span><span style="font-weight: 400;">)</span> <span style="font-weight: 400;">untuk</span><em><span style="font-weight: 400;"> n </span></em><span style="font-weight: 400;">≥2,m=2,3.</span> <span style="font-weight: 400;">Hasil penelitian menunjukkan bahwa </span><span style="font-weight: 400;">res(</span><span style="font-weight: 400;">P</span><span style="font-weight: 400;">n</span><span style="font-weight: 400;">⊳</span><span style="font-weight: 400;">f</span><span style="font-weight: 400;">m</span><span style="font-weight: 400;">)</span><span style="font-weight: 400;"> untuk </span><em><span style="font-weight: 400;">n </span></em><span style="font-weight: 400;">≥2,m=2,3 </span><span style="font-weight: 400;">adalah </span><span style="font-weight: 400;">⌈</span><span style="font-weight: 400;">3mn+(n-1)</span><span style="font-weight: 400;">3</span><span style="font-weight: 400;">⌉</span><span style="font-weight: 400;">+1 </span><span style="font-weight: 400;">jika</span> <span style="font-weight: 400;">3mn+(n-1)≡2,3 (mod 6) </span><span style="font-weight: 400;">dan </span><span style="font-weight: 400;">⌈</span><span style="font-weight: 400;">3mn+(n-1)</span><span style="font-weight: 400;">3</span><span style="font-weight: 400;">⌉</span> <span style="font-weight: 400;">jika </span><span style="font-weight: 400;">3mn+(n-1)≢2,3 (mod 6)</span><span style="font-weight: 400;">.</span></p> Nasywa ‘Athiyyatur Rafi Diari Indriati Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 420 424 Spektrum Variasi Graf Barbel B(n,3) https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5295 <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis penentuan spektrum dari variasi graf barbel&nbsp;</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">B(n,3)</span><span style="font-weight: 400;">, di mana variasi tersebut dilakukan dengan memodifikasi jumlah simpul pada jembatan antar graf lengkap pada graf barbel. Spektrum tersebut berisi nilai-nilai eigen dari matriks ketetanggaan variasi graf barbel beserta multiplisitasnya. Metode dalam analisis ini menggunakan bantuan pemrograman Python dengan pendekatan aljabar linear seperti determinan dan faktorisasi polinomial karakteristik.</span> <span style="font-weight: 400;">Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendistribusian nilai eigen yang dihasilkan pada nilai </span><span style="font-weight: 400;">n</span><span style="font-weight: 400;"> yang berbeda.&nbsp; Kemudian, penentuan spektrumnya dilakukan menggunakan Prinsip Induksi Matematika. Diperoleh hasil penelitian spektrum ini adalah </span><span style="font-weight: 400;">Spec</span><span style="font-weight: 400;">B</span><span style="font-weight: 400;">n,3</span><span style="font-weight: 400;">=</span><span style="font-weight: 400;">-1</span> <span style="font-weight: 400;">2n-4</span><span style="font-weight: 400;">&nbsp; </span><span style="font-weight: 400;">&nbsp;</span><span style="font-weight: 400;">1</span> <span style="font-weight: 400;">1</span><span style="font-weight: 400;"> &nbsp; </span><span style="font-weight: 400;">&nbsp;</span><span style="font-weight: 400;">2</span> <span style="font-weight: 400;">1</span><span style="font-weight: 400;">&nbsp; </span><span style="font-weight: 400;">3</span> <span style="font-weight: 400;">1</span><span style="font-weight: 400;">&nbsp; </span><span style="font-weight: 400;">4</span> <span style="font-weight: 400;">1</span><span style="font-weight: 400;"> &nbsp; </span><span style="font-weight: 400;">&nbsp;</span><span style="font-weight: 400;">5</span> <span style="font-weight: 400;">1</span><span style="font-weight: 400;">&nbsp; </span><span style="font-weight: 400;">6</span> <span style="font-weight: 400;">1</span><span style="font-weight: 400;">&nbsp; </span><span style="font-weight: 400;">7</span> <span style="font-weight: 400;">1</span><span style="font-weight: 400;"> &nbsp; </span><span style="font-weight: 400;">.</span></p> Neli Septiana Putri Isnaini Rosyida Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 425 430 Kekuatan Sisi Refleksif pada Graf Lintasan Comb Sisi Graf Matahari https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5296 <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini membahas mengenai kekuatan sisi refleksif pada graf lintasan </span><em><span style="font-weight: 400;">comb</span></em><span style="font-weight: 400;"> sisi terhadap graf matahari, yaitu&nbsp;</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">P</span><span style="font-weight: 400;">m</span><span style="font-weight: 400;">⊵</span><span style="font-weight: 400;">e</span><span style="font-weight: 400;">S</span><span style="font-weight: 400;">n</span><span style="font-weight: 400;"> dengan </span><span style="font-weight: 400;">n≥3</span><span style="font-weight: 400;"> dan </span><span style="font-weight: 400;">m≥2</span><span style="font-weight: 400;">. Pelabelan refleksif termasuk salah satu kajian dalam teori pelabelan graf dengan pemberian label titik maupun sisi, sehingga setiap sisi memiliki bobot unik yang ditentukan melalui penjumlahan label titik dan sisi yang </span><em><span style="font-weight: 400;">incident</span></em><span style="font-weight: 400;">. Bobot sisi</span><span style="font-weight: 400;"> uv</span><span style="font-weight: 400;"> terhadap pelabelan </span><span style="font-weight: 400;"> dari graf </span><span style="font-weight: 400;">G</span><span style="font-weight: 400;"> dinotasikan </span><span style="font-weight: 400;">wt(uv)</span><span style="font-weight: 400;"> yaitu </span><span style="font-weight: 400;">w</span><span style="font-weight: 400;">t</span><span style="font-weight: 400;">uv</span><span style="font-weight: 400;">= ω</span><span style="font-weight: 400;">u</span><span style="font-weight: 400;">+ ω</span><span style="font-weight: 400;">uv</span><span style="font-weight: 400;">+ ω</span><span style="font-weight: 400;">v</span><span style="font-weight: 400;">, dengan </span><span style="font-weight: 400;"> merupakan fungsi pelabelan dari graf </span><span style="font-weight: 400;">G</span><span style="font-weight: 400;">. Penelitian dilakukan dengan menganalisis pola pelabelan dan hubungan antara jumlah titik serta sisi pada graf. Berdasarkan analisis tersebut diperoleh bahwa </span><span style="font-weight: 400;">|E(G)| = 6(m-1)</span><span style="font-weight: 400;"> dan </span><span style="font-weight: 400;">V</span><span style="font-weight: 400;">G</span><span style="font-weight: 400;">=</span><span style="font-weight: 400;">5(m-1)+ 1</span> <span style="font-weight: 400;">. Setiap sisi memiliki bobot unik sehingga pelabelan memenuhi sifat refleksif tak teratur sisi. Nilai kekuatan sisi refleksif diperoleh sebesar </span><span style="font-weight: 400;">res</span><span style="font-weight: 400;">G</span><span style="font-weight: 400;">≥ </span><span style="font-weight: 400;">⌈</span><span style="font-weight: 400;">6(m-1)</span><span style="font-weight: 400;">3</span><span style="font-weight: 400;">⌉</span><span style="font-weight: 400;">, yang menunjukkan bahwa pelabelan bersifat optimal karena mencapai batas atas </span><span style="font-weight: 400;">⌈</span><span style="font-weight: 400;">6(m-1)</span><span style="font-weight: 400;">3</span><span style="font-weight: 400;">⌉</span><span style="font-weight: 400;">.</span></p> Dian Mufarikha Diari Indriati Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 431 435 Kekuatan Sisi Reflektif Pada Graf Hasil Operasi Comb Product Sisi Graf Lintasan Dan Graf Layang-Layang https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5301 <p>Graf merupakan struktur yang terdiri atas himpunan titik dan sisi yang menghubungkan titik-titik tersebut. Pelabelan k-refleksif tak teratur sisi pada suatu graf adalah pemberian label berupa bilangan bulat positif dari satu sampai k-sisi untuk sisi graf, serta bilangan genap dari nol sampai dua k-titik untuk label titik graf. Nilai k sendiri diambil dari nilai maksimal antara label sisi terbesar atau label titik terbesar, dengan tujuan agar bobot pada setiap sisi graf menjadi berbeda. Bobot suatu sisi terhadap pelabelan diperoleh dari penjumlahan antara label titik pertama, label sisi yang menghubungkan kedua titik, dan label titik kedua. Nilai minimum k pada graf yang dapat dilabeli dengan metode ini disebut sebagai kekuatan sisi refleksif. Graf layang-layang merupakan gabungan dari graf lingkaran dengan panjang tertentu yang ditambahkan sebuah lintasan pada salah satu titik lingkaran tersebut. Sementara itu, graf lintasan adalah graf yang memiliki sejumlah n titik dan sejumlah n dikurangi satu sisi, dengan syarat jumlah titik minimal adalah dua. Dalam penelitian ini, akan ditentukan kekuatan sisi refleksif pada graf yang dihasilkan dari operasi produk sisir (comb product) sisi, serta produk sisir antara graf lintasan dan graf layang-layang.</p> Yunita Puspita Dewi Diari Indriati Copyright (c) 2026 PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika 2026-07-09 2026-07-09 436 440 Analisis Faktor Dominan Penentu Engagement pada Konten TikTok dengan Model XGBoost untuk Strategi Optimasi https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5305 <p><span style="font-weight: 400;">Sebagai salah satu platform dengan jangkauan global untuk distribusi konten video pendek dengan algoritma </span><em><span style="font-weight: 400;">For You Page</span></em><span style="font-weight: 400;"> (FYP) canggih, TikTok menjadi platform dengan tingkat penggunaan tertinggi saat ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis performa konten akun TikTok @bitjoy.idn, pada periode 16 April hingga 15 Mei 2025 dengan menggunakan pendekatan </span><em><span style="font-weight: 400;">machine learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> melalui model XGBoost</span><em><span style="font-weight: 400;"> Regression</span></em><span style="font-weight: 400;">. Data yang digunakan dalam analisis ini mencakup jumlah </span><em><span style="font-weight: 400;">views</span></em><span style="font-weight: 400;"> (49.915), </span><em><span style="font-weight: 400;">likes</span></em><span style="font-weight: 400;"> (3.105), </span><em><span style="font-weight: 400;">shares</span></em><span style="font-weight: 400;"> (967), </span><em><span style="font-weight: 400;">comments</span></em><span style="font-weight: 400;"> (100), dan </span><em><span style="font-weight: 400;">profile views</span></em><span style="font-weight: 400;"> (899). Penilaian menunjukkan tidak seimbangnya pertumbuhan </span><em><span style="font-weight: 400;">post views</span></em><span style="font-weight: 400;"> dengan +7.517,3% dan </span><em><span style="font-weight: 400;">profile views</span></em><span style="font-weight: 400;"> +14.983,3%. Hasil evaluasi model menunjukkan tingkat akurasi prediksi yang baik dengan koefisien determinasi&nbsp;</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">R</span><span style="font-weight: 400;">2</span> <em><span style="font-weight: 400;">Score</span></em><span style="font-weight: 400;"> masing-masing 0,91 </span><em><span style="font-weight: 400;">(views),</span></em><span style="font-weight: 400;"> 0,86 </span><em><span style="font-weight: 400;">(likes),</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan 0,84 </span><em><span style="font-weight: 400;">(shares).</span></em><span style="font-weight: 400;"> Analisis kontribusi fitur menunjukkan bahwa kombinasi berbagai elemen konten seperti hashtag, audio trending, caption, dan lokasi berpengaruh besar dalam mendorong jangkauan dan interaksi pengguna. Penelitian ini menunjukkan bukti yang kuat bahwa analisis konten yang mengedepankan data analitik dapat dijadikan landasan untuk merumuskan strategi yang lebih terarah untuk meningkatkan engagement dan distribusi konten di TikTok.</span></p> Embun Putri Hapsari Sutanto Sutanto Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 447 452 Kekuatan Sisi Refleksif pada Graf Lintasan Comb Product Graf Roda https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5302 <p><span style="font-weight: 400;">Abstrak</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Suatu graf </span><span style="font-weight: 400;">G</span><span style="font-weight: 400;"> diasumsikan sebagai graf sederhana, tak berarah dan terhubung dengan himpunan </span><span style="font-weight: 400;">V</span><span style="font-weight: 400;">G</span><span style="font-weight: 400;"> disebut himpunan titik dan </span><span style="font-weight: 400;">E</span><span style="font-weight: 400;">G</span><span style="font-weight: 400;"> disebut himpunan sisi. Jika setiap titik pada graf </span><span style="font-weight: 400;">G</span><span style="font-weight: 400;"> dilabeli dengan bilangan genap nonnegatif </span><span style="font-weight: 400;">0,2,…, 2</span><span style="font-weight: 400;">k</span><span style="font-weight: 400;">v</span><span style="font-weight: 400;"> dan setiap sisinya dilabeli dengan bilangan bulat positif </span><span style="font-weight: 400;">1,2,…, </span><span style="font-weight: 400;">k</span><span style="font-weight: 400;">e</span><span style="font-weight: 400;"> sehingga diperoleh bobot dari masing-masing sisi berbeda, maka graf </span><span style="font-weight: 400;">G</span><span style="font-weight: 400;"> dapat dinyatakan memiliki pelabelan-</span><span style="font-weight: 400;">k</span><span style="font-weight: 400;"> refleksif tak teratur sisi, dimana </span><span style="font-weight: 400;">k=maks</span><span style="font-weight: 400;">2</span><span style="font-weight: 400;">k</span><span style="font-weight: 400;">v</span><span style="font-weight: 400;">,</span><span style="font-weight: 400;">k</span><span style="font-weight: 400;">e</span><span style="font-weight: 400;">.&nbsp; Bobot dari sisi </span><span style="font-weight: 400;">uv</span><span style="font-weight: 400;"> terhadap pelabelan </span><span style="font-weight: 400;"> pada graf </span><span style="font-weight: 400;">G </span><span style="font-weight: 400;">yang dinotasikan </span><span style="font-weight: 400;">wt</span><span style="font-weight: 400;">uv</span><span style="font-weight: 400;"> didefinisikan sebagai </span><span style="font-weight: 400;">wt</span><span style="font-weight: 400;">uv</span><span style="font-weight: 400;">= ϕ</span><span style="font-weight: 400;">u</span><span style="font-weight: 400;">+ϕ</span><span style="font-weight: 400;">uv</span><span style="font-weight: 400;">+ϕ</span><span style="font-weight: 400;">v</span><span style="font-weight: 400;">.</span><span style="font-weight: 400;"> Nilai </span><span style="font-weight: 400;">k</span><span style="font-weight: 400;"> yang minimum dari label terbesar pada pelabelan graf </span><span style="font-weight: 400;">G</span><span style="font-weight: 400;"> disebut dengan kekuatan sisi refleksif yang disimbolkan dengan </span><span style="font-weight: 400;">res</span><span style="font-weight: 400;">G</span><span style="font-weight: 400;">.</span><span style="font-weight: 400;"> Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh res</span><span style="font-weight: 400;">P</span><span style="font-weight: 400;">n</span><span style="font-weight: 400;">⊳</span><span style="font-weight: 400;">W</span><span style="font-weight: 400;">m</span><span style="font-weight: 400;"> dengan </span><span style="font-weight: 400;">2≤n≤6</span><span style="font-weight: 400;"> dan </span><span style="font-weight: 400;">m≥3</span><span style="font-weight: 400;"> adalah </span><span style="font-weight: 400;">⌈</span><span style="font-weight: 400;">2mn+</span><span style="font-weight: 400;">n-1</span><span style="font-weight: 400;">3</span><span style="font-weight: 400;">⌉</span><span style="font-weight: 400;"> untuk </span><span style="font-weight: 400;">2mn+</span><span style="font-weight: 400;">n-1</span><span style="font-weight: 400;"> ≢2,3 (mod 6)</span><span style="font-weight: 400;"> dan </span><span style="font-weight: 400;">⌈</span><span style="font-weight: 400;">2mn+</span><span style="font-weight: 400;">n-1</span><span style="font-weight: 400;">3</span><span style="font-weight: 400;">⌉</span><span style="font-weight: 400;">+1</span><span style="font-weight: 400;"> untuk </span><span style="font-weight: 400;">2mn+</span><span style="font-weight: 400;">n-1</span><span style="font-weight: 400;">≡2,3 </span><span style="font-weight: 400;">mod 6</span><span style="font-weight: 400;">.</span></p> Vitto Rendi Setiawan Diari Indriati Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 441 446 Kajian Teori: Bagaimana Ethno Problem-based Learning dengan Microlearning meningkatkan Penalaran Matematis https://proceedings.unnes.ac.id/prisma/article/view/5308 <p><span style="font-weight: 400;">Kemampuan penalaran merupakan kemampuan matematis yang penting untuk dimiliki peserta didik. Penalaran matematis meliputi kemampuan membuat dugaan, memberikan alasan atau bukti, dan membuat kesimpulan. Namun, saat ini, penalaran matematis peserta didik di Indonesia masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari hasil survei PISA serta berdasarkan hasil observasi. Salah satu pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan penalaran matematis peserta didik adalah </span><em><span style="font-weight: 400;">problem-based learning. </span></em><span style="font-weight: 400;">Masalah dalam PBL dapat berupa masalah yang dekat dengan budaya peserta didik, yaitu masalah etnomatematika. Dalam pelaksanaannya, materi serta masalah dapat disajikan dalam bentuk konten-konten singkat yang disukai oleh peserta didik yang merupakan gen Z dan gen Alpha. pembelajaran ini disebut dengan </span><em><span style="font-weight: 400;">microlearning</span></em><span style="font-weight: 400;">. Pembelajaran </span><em><span style="font-weight: 400;">Ethno Problem-based Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> dengan </span><em><span style="font-weight: 400;">microlearning </span></em><span style="font-weight: 400;">memiliki potensi untuk meningkatkan penalaran matematis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana </span><em><span style="font-weight: 400;">Ethno Problem-based Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> dengan </span><em><span style="font-weight: 400;">microlearning </span></em><span style="font-weight: 400;">dapat meningkatkan penalaran matematis. Pada </span><em><span style="font-weight: 400;">Ethno Problem-based Learning</span></em><span style="font-weight: 400;"> dengan </span><em><span style="font-weight: 400;">microlearning</span></em><span style="font-weight: 400;">, peserta didik akan dihadapkan pada masalah-masalah etnomatematika yang mana dalam penyelesaiannya tidak hanya membutuhkan pengaplikasian rumus tetapi juga perlu untuk memperhatikan realita, sehingga dibutuhkan argumen-argumen yang cocok dalam penyelesaian masalah. Penyajian materi dalam bentuk video durasi singkat memudahkan peserta didik untuk mendalami masalah atau informasi yang disajikan secara berulang-ulang kapan saja dan di mana saja.</span></p> Nurul Husnah Mustika Sari Wardono Wardono Bambang Eko Susilo Copyright (c) 2026 2026-07-09 2026-07-09 543 549