Work-Life Balance dalam Era Digitalisasi Kerja: Analisis Dampak terhadap Kinerja Karyawan
DOI:
https://doi.org/10.15294/msdm.v1i1.377Keywords:
Work-Life Balance, kinerja karyawan, digitalisasi kerjaAbstract
Perkembangan digitalisasi dan transformasi dunia kerja modern telah membawa dampak signifikan terhadap keseimbangan kehidupan kerja (Work-Life Balance/WLB) karyawan. Fenomena seperti: remote working, work-from-home (WFH) dan hybrid work yang marak pasca-pandemi Covid-19 menimbulkan tantangan baru seperti: batas waktu kerja yang kabur (blurred boundaries), technostress, serta tuntutan responsivitas yang tinggi. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Work-Life Balance (WLB) terhadap kinerja karyawan di era kerja modern dengan menekankan faktor-faktor pendukung seperti: jam kerja, keamanan kerja, kompensasi, kepuasan kerja, serta dukungan organisasi. Landasan teori yang digunakan adalah Work-Family Border Theory (Clark, 2000), yang menjelaskan pentingnya pengelolaan batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi untuk meminimalkan konflik peran. Penulisan ini menggunakan metode studi literatur sistematis yang diperkuat dengan data sekunder dari penelitian sebelumnya, khususnya studi Ms. Aishwarya Swaminathan & Dr. Rajeshwari R R, 2023 pada Wildcraft India Ltd. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Work-Life Balance (WLB) yang terjaga dengan baik berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis, kepuasan kerja dan produktivitas karyawan. Sebaliknya, ketidakseimbangan Work-Life Balance (WLB) berdampak negatif pada kesehatan mental, motivasi, serta kinerja individu maupun organisasi. Penulis merekomendasikan agar organisasi merumuskan kebijakan kerja yang fleksibel, sistem kompensasi yang adil, serta program dukungan psikososial untuk menciptakan lingkungan kerja yang adaptif dan seimbang di era digitalisasi kerja.